Top Social

Image Slider

IBX59CC0B1F0120F

Bangkit di Masa Career Break

7/2/26
https://www.stafana.com/2026/07/bangkit-di-masa-career-break.html



Pernah nggak kamu merasa hidup terasa berat saat sedang career break, menganggur, atau bekerja dari rumah? Aku pernah mengalami fase ini karena sebenarnya aku lebih suka bekerja dari rumah. Namun, ada satu kekurangan yang sering kurasakan adalah rasa bosan yang tiba-tiba datang tanpa alasan.

Saat tidak ada suasana kantor, rekan kerja, atau rutinitas yang mengatur hari, kita harus belajar menciptakan ritme dan motivasi sendiri.

Banyak orang berpikir hidup tanpa tekanan pekerjaan itu menyenangkan. Padahal, justru ketika tidak ada jadwal yang mengatur kita, rasa bosan, kehilangan arah, bahkan overthinking bisa datang kapan saja.

Selama bekerja dari rumah, aku menyadari bahwa produktif bukan soal bekerja lebih lama, tapi tentang membangun kebiasaan yang baik. Ini beberapa kebiasaan yang pelan-pelan mengubah hariku.

1. Bangun pagi

Ini terdengar sederhana, tapi justru menjadi tantangan terbesar buatku. Aku berusaha bangun pukul 04.30 WIB, lalu salat Subuh tepat waktu.

Kalau masih mengantuk, jangan langsung kembali ke tempat tidur. Aku biasanya melanjutkan dengan tadarus Al-Qur'an atau membaca beberapa halaman buku sampai rasa kantuk hilang.

Satu hal yang selalu aku hindari adalah membuka ponsel saat baru bangun tidur. Rasanya fokus langsung hilang. Sebagai gantinya, aku melihat keluar jendela, menikmati langit yang perlahan terang dan matahari yang mulai terbit.

2. Bergerak meski sebentar

Nggak harus olahraga berat. Jalan kaki ringan di sekitar rumah saja sudah cukup membuat badan terasa lebih segar. Kalau sedang benar-benar malas keluar, lakukan pemanasan atau jalan di tempat beberapa menit. Yang penting tubuh tetap bergerak.

3. Rapikan tempat dan rapikan diri

Aku selalu membereskan tempat tidur sebelum mulai beraktivitas. Kamar yang rapi membuat pikiran terasa lebih ringan.

Kalau memang harus bekerja di kamar, usahakan tetap mandi dan memakai pakaian yang rapi, seolah-olah sedang berangkat ke kantor. Jangan terus memakai baju tidur karena tubuh akan menganggap ini masih waktu untuk bermalas-malasan.

Kalau rumahmu dekat perpustakaan atau ruang publik yang nyaman, sesekali cobalah bekerja dari sana. Suasana baru bisa membantu mengembalikan semangat tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.

4. Jaga pola makan

Aku mulai menyadari bahwa makanan sangat memengaruhi suasana hati. Usahakan mengonsumsi makanan bergizi dengan protein yang cukup.

Kalau tubuh sakit atau mudah lelah, biasanya semangat untuk melakukan apa pun juga ikut hilang.

5. Kurangi membuka media sosial

Media sosial memang menyenangkan, tapi tanpa sadar kita sering mencari validasi dari jumlah view atau like.

Semakin sering melihat angka-angka itu, semakin mudah kita membandingkan hidup dengan orang lain. Karena itu, aku mulai membatasi waktu bermain media sosial dan hanya membukanya saat memang membutuhkan informasi atau ingin belajar sesuatu.

6. Pilih tontonan yang memberi manfaat

Aku tetap mencari hiburan, tapi tidak berlebihan.

Podcast, video edukasi, atau obrolan yang membuka wawasan membuat otak terus belajar dan memberiku perspektif baru.

7. Jaga lingkungan pergaulan

Kalau kamu merasa hidupmu tertinggal, percayalah... hampir semua orang sebenarnya sedang sibuk dengan kehidupannya sendiri.

Fokuslah pada perjalananmu. Lakukan hal yang kamu sukai, syukur-syukur bisa menghasilkan uang.

Aku juga belajar untuk menjaga jarak dari lingkungan yang dipenuhi gosip, rasa iri, atau kebiasaan mengeluh. Kadang, sendirian jauh lebih menenangkan daripada berada di lingkungan yang membuat energi kita habis.

8. Temukan komunitas

Punya komunitas membuat kita merasa tidak sendirian.

Kalau belum menemukan yang sesuai secara offline, manfaatkan internet untuk bergabung dengan komunitas online yang sesuai dengan minatmu.

9. Menulis jurnal

Saat kepala terasa berisik, aku memilih menulis.

Aku menuangkan semua pikiran di jurnal tanpa takut dihakimi siapa pun. Tidak semua hal harus diceritakan kepada orang lain. Kadang cukup kita, buku, dan Tuhan yang mengetahuinya.

10. Perbaiki ibadah

Kalau sedang memiliki waktu luang, manfaatkan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah.

Salat tepat waktu, belajar mengaji lebih baik, memperbanyak doa, dan melatih rasa syukur adalah hal-hal kecil yang ternyata membawa ketenangan.

11. Jangan begadang

Begadang sering kali membuat pikiranku semakin tidak tenang.

Kalau overthinking datang di malam hari, aku memilih menulis, membaca buku, atau melakukan hobi sampai pikiran lebih tenang daripada terus memaksakan diri terjaga.

12. Latih rasa syukur

Aku belajar bahwa tidak semua orang diberi kesempatan memiliki waktu luang.

Daripada terus mengeluh, aku mencoba menikmati fase ini sebagai waktu untuk belajar, memperbaiki diri, dan bertumbuh. Tidak semua proses harus terlihat cepat. Yang penting, setiap hari ada satu langkah kecil ke arah yang lebih baik.



Tulisan ini lahir dari pengalaman pribadiku. Aku masih terus belajar, masih sering gagal menjaga rutinitas, dan masih berusaha menjadi versi diriku yang lebih baik setiap harinya.


Semoga kalau kamu sedang berada di fase yang sama, kamu tahu bahwa kamu tidak sendirian. Pelan-pelan saja. Tetap bergerak, tetap bertumbuh, dan percayalah bahwa setiap proses memiliki waktunya sendiri.

Hidup Terlalu Luas untuk Ditakuti

6/15/26
https://www.stafana.com/2026/06/hidup-terlalu-luas-untuk-ditakuti.html



Tahun 2026 banyak mengajarkanku hal baru. Banyak kejadian yang terjadi, bahkan hal-hal yang dulu aku benci sekarang justru menjadi sesuatu yang aku sukai. Dari situ aku sadar kalau manusia memang selalu berubah. Pengalaman hidup bisa mengubah cara berpikir, sifat, dan pilihan seseorang, entah menjadi lebih baik atau lebih buruk.



Selama ini aku sebenarnya sudah tahu hal itu, tapi masih sering menyangkalnya. Aku terlalu mudah percaya bahwa seseorang akan selalu tetap sama, padahal kenyataannya tidak. Di tengah kondisi negara yang sedang tidak baik-baik saja, satu hal yang paling aku percaya hanyalah diriku sendiri. Karena pada akhirnya, hanya aku yang bisa bertanggung jawab atas hidup dan keputusan yang kuambil.



Aku pernah bingung setiap kali ditanya apa hobiku saat masih kecil. Jawabanku selalu, "membaca." Padahal yang paling sering kubaca hanyalah komik dan novel yang menghibur. Di sisi lain, aku juga sadar kalau aku suka menulis di buku, meski tulisanku tidak pernah bagus. Lama-lama aku menyadari bahwa ternyata aku menyukai banyak hal dan selalu bingung jika harus memilih hanya satu.



Sekarang aku mengerti, hobi tidak harus hanya satu. Kita bisa menyukai banyak hal, hanya saja tidak semuanya bisa kita lakukan dalam waktu yang bersamaan. Aku suka memasak, meski sepertinya aku lebih cocok membuat masakan rumahan. Aku juga suka makeup, merias wajahku sendiri agar lebih percaya diri tanpa harus pergi ke MUA yang biayanya tidak murah.



Aku juga mulai suka berkenalan dengan orang baru, sesuatu yang sangat berbeda dari diriku yang dulu. Aku suka membuat latte art, sampai akhirnya memutuskan belajar tentang kopi dari hulu sampai hilir. Pernah ada seseorang yang berkata kepadaku bahwa tidak semua hal harus dicoba. Tapi aku selalu meyakinkan diriku sendiri bahwa selama itu baik, sesuai minat, dan tidak haram untuk dilakukan, aku akan mencobanya. 



Karena bagiku, hidup terlalu luas untuk dijalani dengan rasa takut. Aku ingin terus belajar, terus bertumbuh, dan memberi kesempatan pada diriku sendiri untuk menemukan hal-hal yang mungkin suatu hari akan menjadi bagian dari diriku.



Hobi menulis, membuat konten, dan belajar tentang kopi adalah beberapa hal yang aku sukai. Menariknya, semuanya juga bisa menghasilkan uang. Tapi ada satu nilai yang selalu aku pegang sejak dulu. Selama pekerjaanku membuatku sulit beribadah atau membuatku merasa tidak nyaman menjalankan keyakinanku, aku akan percaya bahwa tempat itu memang bukan tempatku.



Aku pernah mencoba masuk ke dunia modeling. Sayangnya, pengalaman pertamaku justru membuatku sadar bahwa aku berada di lingkungan yang kurang tepat untuk diriku. Saat itu hanya aku yang memilih meluangkan waktu untuk salat, dan aku merasakan sendiri bagaimana ibadah seolah dianggap mengganggu pekerjaan.



Bahkan pernah juga ada momen ketika aku dilarang salat oleh seseorang yang bekerja sebagai MUA. Padahal hari itu aku hanya mendapat satu kali makan tanpa bayaran. Pengalaman-pengalaman seperti itu membuatku semakin paham tentang batas yang ingin aku jaga dalam hidup.



Sekarang aku mulai mengerti mengapa ada tempat kerja yang mencari orang-orang yang menjaga ibadahnya. Bukan semata-mata soal identitas, tetapi karena mereka berharap menemukan orang yang memiliki nilai, tanggung jawab, dan kesadaran bahwa setiap perbuatannya dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.



Aku juga sadar bahwa rajin beribadah bukan jaminan seseorang pasti baik, dan orang yang berbeda keyakinan pun bisa menjadi pribadi yang sangat baik. Namun untuk diriku sendiri, aku ingin berada di lingkungan yang menghormati ibadah dan membiarkanku tetap menjalankan prinsip yang kupegang.



Ini tentang aku, bukan tentangmu. Pengalamanku mungkin berbeda dengan pengalaman hidupmu. Tapi satu hal yang selalu kupercaya, setiap kejadian selalu membawa hikmah dan mengajarkanku menjadi pribadi yang lebih baik.

Hostel Murah di Jogja Cuma 78 Ribu perorang!

2/14/26
https://www.stafana.com/2023/09/Hostel-murah-di-jogja-cuma-78-ribu-perorang.html



Jogjakarta, sebuah kota budaya yang selalu menyajikan kejutan menarik, ternyata juga punya pilihan penginapan yang ramah di kantong tapi tak mengorbankan kenyamanan. Salah satunya adalah OtU Hostel, yang terletak di Jalan Prawirotaman 1, Gang Batik Gringsing 0517.


Hostel seringkali lebih terjangkau secara finansial, memungkinkan interaksi sosial yang lebih intens dengan sesama wisatawan, dan cocok untuk para backpacker yang mencari pengalaman yang lebih autentik. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan lebih dalam mengenai kelebihan OtU Hostel dibandingkan hotel.


Tempat yang Nyaman dan Bersahabat

Saat pertama kali datang ke OtU Hostel, saya memutuskan untuk mencoba kamar asrama yang merupakan pilihan paling terjangkau. Kamar Asrama OtU Hostel Murah di Jogja Cuma 78 Ribu perorang, 1 kamar berisi 2 ranjang susun ( atas-bawah).


Menariknya, di sini kamar asrama ini berarti berbagi dengan sesama wisatawan, baik laki-laki maupun perempuan. Awalnya saya khawatir karena tidak mengenal siapa-siapa, tetapi setelah tiba di sana, semua ketakutan itu sirna. Para staf di OtU Hostel sangat ramah dan selalu siap membantu.


Fasilitas yang Memikat

Salah satu hal yang saya suka adalah adanya kolam renang yang bersih dan menyegarkan di dalam hostel ini. Meskipun Wi-Fi tersedia, sayangnya, koneksi internetnya tidak selalu lancar, jadi jika Anda membutuhkan internet yang cepat, mungkin perlu mencari alternatif.


Fasilitas Kamar dan Toilet 


https://www.stafana.com/2023/09/Hostel-murah-di-jogja-cuma-78-ribu-perorang.html


Sedikit membuatku terkejut pas nyadar kamar asramanya ternyata tidak punya kunci di pintu dan setiap lokernya, jadi cuma bisa ninggalin baju dan tas saja. Terus ada kejadian kurang enak, kamar mandinya tiba-tiba bau pesing pas aku mau check out. Jadi ya, ada orang yang pipis di situ, kayaknya cowok karena letak pipisnya tepat di bawah wc duduk. Nggak mungkin perempuan kan.


Aku nggak tidur di sini malamnya. Numpang tidur rumah temen, takut kalau sekamar ada cowo soalnya kan dicampur. Aku cuma mau tau suasana Hostel OtU seperti apa.


Tapi overall, hostelnya oke sih, kecuali masalah kebersihan tadi, karena paginya pas datang emang sebersih itu. Kamar mandi di luar ya. Aku masih mau coba nginep lagi kok, tapi pasti gak ambil kamar asrama lagi.


Dekat dengan Tempat-Tempat Favorit


Lokasi OtU Hostel sangat strategis. Jalan Prawirotaman adalah tempat yang penuh dengan kehidupan malam dan cocok untuk bule hunter. Salah satu cafe favoritku, Tempo Gelato, sebuah tempat untuk menikmati es krim lezat, juga hanya berjarak singkat dari sini. Tinggal jalan kaki saja.


https://www.stafana.com/2023/09/Hostel-murah-di-jogja-cuma-78-ribu-perorang.html


Fasilitas lainnya ada hot shower, AC, Parking Area, Sharing Kitchen, Mineral Water, Mini Mushola dan Board Game.


Semoga pengalamanku ini dapat membantu dalam memutuskan apakah OtU Hostel adalah pilihan yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mu.


Ingatlah untuk selalu memeriksa ketersediaan kamar dan pertimbangkan pilihan kamar yang tersedia, setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda. Aku hanya membagikan cerita versi aku. Terima kasih sudah membaca dan selamat berpetualang di Jogjakarta!




Cara Menjadi Model Make Up atau Muse

1/25/26

Cara Menjadi Model Make Up atau Muse

Cara Menjadi Model Make Up atau Muse - Disclaimer dulu nih, buat kalian yang mungkin mikir kalau orang-orang yang ikut kelas model itu pasti pingin jadi model, nggak selalu begitu kok. Salah satunya aku, yang lagi di fase bosen banget sama dunia konten dan kepenulisan. Bayangin aja, udah dari 2017 aku berkutat di situ.


Aku tuh suka banget belajar hal-hal baru, biar bisa lepas dari dua "beban" tadi dan pastinya kegiatan yang bisa bikin aku jauh dari handphone. Aku juga mau bisa tampil lebih percaya diri dan memperbaiki cara jalan yang "membungkuk" makanya aku ikut pelatihan model makeup dan model catwalk.


Salah satu alasan kenapa aku mau jadi Muse atau model makeup adalah karena aku pengen punya pengalaman di makeup banyak MUA. Jadi, pas aku butuh MUA buat acara aku, aku udah tau siapa yang bagus. Aku bisa diem-diem jadi klien mereka, nyoba makeup-nya, dan nantinya aku bisa rekomendasiin ke temen-temen yang nanya. 


Aku mau sharing tentang gimana cara menjadi model make up atau Muse. Ini dia langkah-langkahnya:


https://www.stafana.com/2024/08/cara-menjadi-model-make-up-atau-muse.html


1. Masuk Management atau Agensi

Pertama-tama, kamu perlu masuk ke Management atau agensi yang fokusnya pada model make up. Biasanya, kamu harus ikut kelas dulu supaya dianggap sebagai member resmi.



Cari management yang bertanggung jawab dan berpengalaman, karena mereka akan punya banyak relasi MUA dan fotografer. Jadi, kamu nggak perlu repot-repot cari sendiri. Management yang bertanggung jawab akan sering merangkul membernya dan sering mengadakan event untuk tumbuh bersama. 



2. Banyakin Portofolio

Setelah ikut kelas, jangan berharap langsung dapat job. Manajemen biasanya hanya memberi ilmu tentang pose dan etika model.


Banyakin portofolio dengan upload foto-foto di sosial media. Tips dari aku:


  • Cari MUA yang jago bikin alis, karena meski make up lainnya kurang, alis yang bagus tetap kelihatan oke di foto.
  • Cari fotografer yang jago motret, bukan sekadar suka motret. Fotografer profesional hasilnya lebih bagus daripada pakai HP.

https://www.stafana.com/2024/08/cara-menjadi-model-make-up-atau-muse.html


Awalnya, jangan berharap dibayar. Fokus dulu cari pengalaman dan portofolio yang bagus.


3. Etika Model

Sebagai model, penting banget untuk punya etika yang baik. Datang tepat waktu, murah senyum, dan pastikan mulut nggak bau (makan permen sebelum di make up). Ini juga berlaku buat MUA ya. Perut juga harus terisi biar nggak lemes.


Walau nggak dibayar, biasanya kita dapat makan siang. Jadi kalau enggak dapat minimal air minum, mending skip, udah termasuk eksploitasi. Ini habbit buruk negara kita, pasti sering ketemu di bidang apapun.



4. Waktu Make Up dan Pemotretan

Idealnya, waktu make up dan pemotretan itu 3 jam: 2 jam untuk make up dan 1 jam untuk foto. Nggak perlu lama-lama kalau fotografernya jago. Pernah juga ikut portofolio workshop dari pagi sampai maghrib, menurutku enggak worth it.



Make up nggak bisa kena air kan, jadi sempat dilarang sholat. MUA pilih sholat di rumah aja, Jadi prefer nggak ikut lagi kalau waktunya terlalu lama dan bentrok dengan waktu sholat. Aku tetep pake buat sholat, udah gak dapat duit, dapat dosa karena gak bisa sholat tepat waktu, sediih. Solusi ambil job durasi lama pas datang bulan aja, aman.


5. Wajib bisa pake Softlens

Aku belajar otodidak lewat YouTube. Dilarang pake softlens yang udah pernah dipake orang lain/ soflens baru. Softlens baru harus direndam 1x24 jam menggunakan air khusus. Pernah ketemu MUA yang suruh pake softlens baru, bisa bahaya apalagi untuk mata. Buat pemula cari info dulu, jangan asal pake. Kalau sampe buta kan gak lucu. 


Baca juga artikel di bawah ini:

Menjaga Klien Tetap Setia


KESIMPULAN

https://www.stafana.com/2024/08/cara-menjadi-model-make-up-atau-muse.html


Kolaborasi tetap penting buat pengalaman, tapi pastikan hargai waktu orang lain. Aku berprinsip mau dibayar, magang, atau collab wajib on time. Aku gak suka nunggu, jadi gak mau juga bikin orang lain menunggu. Terima kasih untuk orang-orang di negara serba ngaret ini, kalian tetap datang tepat waktu, semoga dipermudah dalam mencari duit halal dan semoga aku sering dipertemukan  dengan orang-orang seperti kalian, Aamiin.



Kalau mau lebih bermodal, cari MUA dan fotografer sendiri yang bagus. Memang totalnya bisa habis ratusan ribu, tapi hasilnya gak akan mengecewakan. Kalau ikut portofolio gratisan kebanyakan MUA pemula, kita gak bisa pilih, sama-sama gak dapat duit mending jadi canvas MUA profesional.



Kamu dapat portofolio yang pasti memuaskan, tipsnya follow instagram MUA hits di kota kamu, biasanya mereka cari model lewat ig story/feed. Pastikan juga ada fotografer yang jago motret.  Kalau dibayar jadi kanvasnya MUA pemula, itu beda cerita, karena sudah masuk kategori pekerjaan dan kita sudah dapat cuan.



Semoga tulisan aku Cara Menjadi Model Make Up atau Muse bermanfaat. Jangan asal pilih agensi atau manajemen, asal portofolio banyak.


Untuk informasi tambahan agar lebih hati-hati kamu bisa nonton konten Deddy Corbuzier di YouTube dengan narasumber Model profesional yang akhirnya resign. Semoga bermanfaat! 

Belajar Bikin Roti Manis

12/31/25
https://www.stafana.com/2025/08/belajar-bikin-roti-manis.html


Belajar Roti Manis Bersama BPVP Surakarta & Dhuafa Jateng. Aku berkesempatan ikut Pelatihan Roti Manis yang diadakan BPVP Surakarta berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa Jateng di BLK Surakarta. Dari sekitar 40 pendaftar, hanya 16 orang yang terpilih, dan aku salah satunya. 


Rasanya senang sekaligus gugup, karena ini bukan sekadar belajar membuat roti, tapi belajar mengasah keterampilan yang bisa jadi bekal hidup.


Dalam 2 hari, kami belajar dasar-dasar pembuatan roti manis. Mulai dari menimbang bahan sesuai takaran, memahami urutan mencampur dari bahan kering ke cair, hingga rahasia kenapa beberapa bahan harus dimasukkan terakhir supaya roti tidak keras. 


Ada teknik rounding yang ternyata penting untuk membentuk adonan, juga peringatan agar adonan tidak over proofing supaya teksturnya tetap lembut.


Belajar Bikin Roti Manis


Sesi praktiknya seru sekali. Kami membuat roti manis topping jagung dan blueberry. Setelah adonan siap, roti dipanggang di oven selama 15 menit dan jangan lupa, dibalik!


Pelatihan ini membuatku sadar bahwa membuat roti itu bukan hanya soal rasa, tapi juga kesabaran, ketelitian, dan cinta pada proses. Yang membuatku semakin bersyukur, panitia memberikan perlengkapan memasak yang bermanfaat untuk melanjutkan latihan di rumah.


https://www.stafana.com/2025/08/belajar-bikin-roti-manis.html


Setelah acara resmi ditutup, PR-ku adalah melakukan trial and error sendiri di rumah. Aku ingin memastikan ilmu yang diberikan tidak hilang begitu saja, tapi terus terasah sampai roti buatanku bisa punya cita rasa dan bentuk yang konsisten.


Bagi sebagian orang, dua hari mungkin terasa singkat. Tapi bagiku, dua hari ini seperti membuka pintu baru. Pintu menuju kemungkinan bahwa keterampilan bisa menjadi langkah awal menuju kemandirian.


Dan aku bersyukur sekali bisa menjadi bagian dari 16 orang yang mendapat kesempatan ini.






Auto Post Signature

Auto Post  Signature