Top Social

Image Slider

IBX59CC0B1F0120F

Perjalanan Kecilku Menemukan Dunia Kopi

8/22/26
https://www.stafana.com/2026/08/perjalanan-kecilku-menemukan-dunia-kopi.html


Sebenarnya, rasa penasaran aku terhadap kopi bukan karena aku suka minum kopi. Justru, sejak awal aku lebih penasaran dengan dunia F&B, bagaimana rasanya bekerja di dalamnya.


Aku suka kegiatan yang membuat aku bisa memengaruhi orang, lalu merasa bangga ketika orang tersebut akhirnya tertarik dan membeli apa yang aku tawarkan. Mungkin hal itu juga sedikit banyak aku dapatkan dari lingkungan rumah, karena keluargaku memiliki toko sembako dan toko baju. Tapi dulu, aku tidak punya keberanian untuk bertemu dan berkomunikasi dengan orang baru.


Di tahun 2024, saat ulang tahun aku mencoba menghadiahi diriku sendiri dengan mengikuti one day fun class latte art di sebuah cafe. Di sana aku belajar teori dan praktik latte art. Ternyata, aku cukup senang karena dari 10 peserta, gambar yang aku buat berhasil sedikit terbentuk hanya dengan 3 kali percobaan. Padahal saat itu aku masih tidak percaya diri dan cukup takut ketika mulai menuang susu.


Setelah itu, aku mencoba mengikuti kelas manual brew one day class di Yogyakarta. Namun, pengalaman ini justru terasa jauh lebih sulit dan aku tidak terlalu menikmatinya.


Sampai akhirnya, bermodalkan rasa percaya diri yang mulai tumbuh karena sebelumnya aku bekerja di bidang komunikasi, aku memberanikan diri masuk ke sebuah coffee shop baru akhir tahun 2025 di Solo selama 3 bulan.


Dengan pengalaman yang benar-benar masih nol, semuanya terasa cukup membingungkan dan berat. Apalagi saat itu coffee shop masih sepi, dan aku belum menemukan seseorang yang benar-benar bisa membimbing dan membuat aku berkembang di dunia F&B.


Tapi aku tidak mau berhenti di situ.


Dengan semangat yang aku punya, aku mencoba mengikuti kelas gratis selama 3 hari di Yogyakarta untuk kembali belajar manual brew. Karena merasa masih belum cukup, aku kemudian memutuskan masuk ke LPK. Aku ingin punya lingkungan belajar, relasi, sekaligus jalur yang lebih resmi jika nantinya aku ingin bekerja ke luar negeri.


Untuk program tersebut, aku mengeluarkan sekitar Rp4 juta untuk 15 hari. Aku mendapatkan mess dan satu kali makan, dengan sistem belajar semi-private. Namun, pembelajarannya lebih banyak praktik, sementara teori sering kali tidak terlalu dibahas oleh instruktur.


Setelah itu, aku beberapa kali mengikuti wawancara dan evaluasi. Setiap selesai mengikuti proses tersebut, aku selalu mencoba melihat kembali apa yang masih kurang dari diriku. Dari sana aku semakin sadar bahwa ternyata aku masih belum puas dengan hasil belajar yang aku dapatkan.


Sampai akhirnya aku mengetahui bahwa untuk beberapa jalur kerja ke luar negeri, aku membutuhkan sertifikat BNSP.


Aku kemudian mencoba mengikuti pelatihan gratis melalui BLK. Sempat merasa sedih karena tidak lolos di kota sendiri, tetapi aku mencoba lagi di BLKJP Semarang.


https://www.stafana.com/2026/08/perjalanan-kecilku-menemukan-dunia-kopi.html


Alhamdulillah, kali ini aku lolos.


Dari perjalanan yang awalnya hanya berangkat dari rasa penasaran, ternyata kopi membawa aku ke banyak pengalaman baru, bertemu orang baru, belajar hal yang sebelumnya tidak aku pahami, berani keluar dari zona nyaman, dan perlahan membangun kepercayaan diri.


Mungkin perjalanan aku di dunia kopi masih jauh dari selesai. Tapi justru itu yang membuat aku semakin penasaran untuk terus belajar dan melihat sejauh mana perjalanan ini akan membawa aku.

Auto Post Signature

Auto Post  Signature