Top Social

Image Slider

IBX59CC0B1F0120F
Showing posts with label HOSPITALITY. Show all posts
Showing posts with label HOSPITALITY. Show all posts

Petualangan Rasa dalam Secangkir Kopi

8/22/26
https://www.stafana.com/2026/08/petualangan-rasa-dalam-secangkir-kopi.html


Di titik inilah aku dipertemukan dengan BLKJP Semarang dan instruktur yang berasal dari Solo Barista Course (SBC). Sebenarnya, aku sudah mengenal SBC sejak 2024. Bahkan, akun keduaku pernah di-follow oleh mereka waktu itu. Tidak pernah terpikir bahwa beberapa tahun kemudian, aku justru akan bertemu kembali dengan mereka dalam sebuah pelatihan di BLKJP Semarang.


Pertama kali melihat workshop baristanya, aku cukup tercengang. Aku tidak menyangka fasilitasnya akan se-proper itu, termasuk mesin espresso yang digunakan. Menariknya, mesin tersebut ternyata sama dengan mesin yang aku gunakan saat mengikuti skill test di salah satu coffee shop terkenal di Solo.


Saat itu aku memang belum berhasil lolos karena skill-ku masih sangat kecil. Tapi ternyata, kegagalan itu bukan akhir. Justru dari sana aku mendapat kesempatan untuk belajar jauh lebih banyak dari yang sebelumnya aku bayangkan.


Ternyata Pelatihannya Tidak Main-Main

Cerita sebelumnya baca di :

PERJALAN KECIL MENGENAL DUNIA KOPI


Saat wawancara pelatihan, aku sebenarnya sudah diberi tahu bahwa pelatihan ini cukup berat. Akan ada pre-test, praktik, tugas, dan tentu saja harus minum kopi hampir setiap hari. Ternyata levelnya berbeda.


Aku pernah mengikuti pelatihan BLK di Solo pada 2017, jadi aku sudah cukup tahu rasanya kembali menjadi “anak sekolah”. Bangun pagi, belajar sampai sore, mengerjakan tugas, praktik, mendapat nilai, lalu malamnya masih harus belajar lagi. Kalau tidak suka belajar, mungkin proses seperti ini akan terasa berat.


https://www.stafana.com/2026/08/petualangan-rasa-dalam-secangkir-kopi.html


Di BLKJP Semarang, aku memulai perjalanan dengan mengerjakan pre-test yang menurutku cukup sulit. Nilai yang kudapatkan adalah 160/200. Dari sana, aku mulai belajar kembali dari dasar. Bukan hanya bagaimana membuat kopi, tetapi memahami kopi dari berbagai sisi.


Mulai dari sejarah kopi, jenis dan daerah tanam, varietas, proses pascapanen, profile roasting, coffee quality, fragrance dan aroma, acidity, flavor, body, hingga aftertaste.


Aku juga belajar tentang grinding quality untuk espresso maupun manual brew, berbagai brewing method, presentation of coffee, hingga kebersihan area kerja.


Semakin belajar, aku semakin sadar bahwa masuk ke dunia kopi berarti harus memahami kopi dari hulu sampai hilir. Mulai dari petani, roaster, hingga akhirnya sampai ke barista.


Dan Alhamdulillah, perjalanan itu perlahan terasa lengkap. Sebelumnya aku sudah pernah mengunjungi kebun kopi dan roastery saat mengikuti LPK. Kemudian di BLK, aku mendapat kesempatan untuk memperdalam apa yang sebelumnya hanya aku lihat dan rasakan.


Belajar Bukan Hanya Tentang Kopi


Yang paling berkesan ternyata bukan hanya soal espresso atau latte art. Kami juga belajar bekerja dalam kelompok. Mulai dari presentasi, membuat perencanaan bisnis, menyusun menu, mengembangkan resep, menghitung HPP, sampai menjalankan Open Bar. Kami berhasil menjual sekitar 120 cup dalam waktu dua jam.


Dan jujur, kerja kelompok menjadi salah satu bagian yang cukup sulit untukku. Selama ini aku terbiasa bekerja sendiri. Aku terbiasa menentukan standar sendiri dan menyelesaikan pekerjaan dengan caraku sendiri.


Ketika berada dalam kelompok, semuanya berbeda.


Ada yang harus menjadi ketua, ada pembagian tugas, ada keputusan yang harus disepakati bersama. Kadang ketika diarahkan, ada yang tidak langsung menerima. Bahkan untuk menentukan siapa yang menjadi ketua saja bisa menjadi tantangan tersendiri.


Tapi justru di situlah aku belajar sesuatu yang belum banyak aku alami sebelumnya dalam dunia kerja: bahwa kemampuan bekerja bukan hanya tentang seberapa baik kita menyelesaikan pekerjaan sendiri, tetapi juga bagaimana kita bekerja bersama orang lain.


Aku mulai belajar berkomunikasi, menerima perbedaan cara berpikir, menyampaikan pendapat, dan belajar untuk tidak selalu memaksakan standar yang ada di kepalaku sendiri.


Attitude Seorang Barista


Selain skill dan knowledge, kami juga belajar tentang attitude seorang barista.


Ada beberapa hal yang terus aku ingat:


  • Confidence : percaya diri dengan kemampuan yang kita miliki.
  • Knowledgeable :  memiliki pengetahuan yang cukup tentang apa yang kita kerjakan.
  • Affable  : ramah dan mampu membuat orang lain merasa nyaman.
  • On Time : menghargai waktu.
  • Loyal : memiliki komitmen dan tanggung jawab terhadap pekerjaan.


Semakin lama belajar, aku semakin paham bahwa menjadi barista bukan hanya tentang bisa membuat espresso atau latte art yang bagus. Ada sikap yang juga harus dibentuk.


https://www.stafana.com/2026/08/petualangan-rasa-dalam-secangkir-kopi.html


Apa yang Aku Bawa Pulang?


Kalau ditanya apa yang akhirnya aku dapat dari perjalanan ini, jawabannya jauh lebih besar daripada sekadar sertifikat atau kemampuan membuat kopi. Secara teori, aku mulai memahami dasar-dasar kopi dengan lebih baik. Secara praktik, aku mulai bisa mendapatkan espresso dengan extraction yang lebih baik, membuat steaming milk yang silky, dan membentuk latte art. Aku bahkan mulai berani mencoba teknik wiggle latte art. Dulu aku sering merasa skill-ku kecil.


Sekarang, perlahan aku mulai percaya diri dengan apa yang sudah bisa aku lakukan.


Aku juga mulai semakin masuk ke dalam dunia kopi dan menyadari bahwa untuk bekerja di hospitality, aku tidak cukup hanya belajar menjadi barista. Aku juga perlu memahami pekerjaan waiter, pelayanan, komunikasi, hingga hal-hal seperti menghitung HPP dan memahami bisnis.


Bahkan untuk manual brew yang dulu sering membuatku bad mood setiap kali masuk kelas, perlahan aku mulai menikmatinya. Aku mulai menikmati setiap pouring untuk mendapatkan secangkir V60 yang balance.


Meskipun aku tahu, masih banyak yang harus kupelajari. Aku juga mulai senang mengulik resep, mencoba sesuatu yang baru, dan memahami kenapa satu bahan bisa mengubah rasa sebuah minuman.


Mungkin inilah yang disebut proses. Dulu aku hanya ingin bisa membuat kopi. Sekarang aku mulai ingin memahami kopi.


Terima kasih untuk Balai Latihan Kerja Jasa Pariwisata Semarang dan Instruktur Solo Barista Course ( Coach Deryl, Coach Adji, dan Coach Arvien). Semua perjalanan dan momennya aku abadikan di Instagram @cupofstafa.


Perjalanan Kecilku Menemukan Dunia Kopi

https://www.stafana.com/2026/08/perjalanan-kecilku-menemukan-dunia-kopi.html


Sebenarnya, rasa penasaran aku terhadap kopi bukan karena aku suka minum kopi. Justru, sejak awal aku lebih penasaran dengan dunia F&B, bagaimana rasanya bekerja di dalamnya.


Aku suka kegiatan yang membuat aku bisa memengaruhi orang, lalu merasa bangga ketika orang tersebut akhirnya tertarik dan membeli apa yang aku tawarkan. Mungkin hal itu juga sedikit banyak aku dapatkan dari lingkungan rumah, karena keluargaku memiliki toko sembako dan toko baju. Tapi dulu, aku tidak punya keberanian untuk bertemu dan berkomunikasi dengan orang baru.


Di tahun 2024, saat ulang tahun aku mencoba menghadiahi diriku sendiri dengan mengikuti one day fun class latte art di sebuah cafe. Di sana aku belajar teori dan praktik latte art. Ternyata, aku cukup senang karena dari 10 peserta, gambar yang aku buat berhasil sedikit terbentuk hanya dengan 3 kali percobaan. Padahal saat itu aku masih tidak percaya diri dan cukup takut ketika mulai menuang susu.


Setelah itu, aku mencoba mengikuti kelas manual brew one day class di Yogyakarta. Namun, pengalaman ini justru terasa jauh lebih sulit dan aku tidak terlalu menikmatinya.


Sampai akhirnya, bermodalkan rasa percaya diri yang mulai tumbuh karena sebelumnya aku bekerja di bidang komunikasi, aku memberanikan diri masuk ke sebuah coffee shop baru akhir tahun 2025 di Solo selama 3 bulan.


Dengan pengalaman yang benar-benar masih nol, semuanya terasa cukup membingungkan dan berat. Apalagi saat itu coffee shop masih sepi, dan aku belum menemukan seseorang yang benar-benar bisa membimbing dan membuat aku berkembang di dunia F&B.


Tapi aku tidak mau berhenti di situ.


Dengan semangat yang aku punya, aku mencoba mengikuti kelas gratis selama 3 hari di Yogyakarta untuk kembali belajar manual brew. Karena merasa masih belum cukup, aku kemudian memutuskan masuk ke LPK. Aku ingin punya lingkungan belajar, relasi, sekaligus jalur yang lebih resmi jika nantinya aku ingin bekerja ke luar negeri.


Untuk program tersebut, aku mengeluarkan sekitar Rp4 juta untuk 15 hari. Aku mendapatkan mess dan satu kali makan, dengan sistem belajar semi-private. Namun, pembelajarannya lebih banyak praktik, sementara teori sering kali tidak terlalu dibahas oleh instruktur.


Setelah itu, aku beberapa kali mengikuti wawancara dan evaluasi. Setiap selesai mengikuti proses tersebut, aku selalu mencoba melihat kembali apa yang masih kurang dari diriku. Dari sana aku semakin sadar bahwa ternyata aku masih belum puas dengan hasil belajar yang aku dapatkan.


Sampai akhirnya aku mengetahui bahwa untuk beberapa jalur kerja ke luar negeri, aku membutuhkan sertifikat BNSP.


Aku kemudian mencoba mengikuti pelatihan gratis melalui BLK. Sempat merasa sedih karena tidak lolos di kota sendiri, tetapi aku mencoba lagi di BLKJP Semarang.


https://www.stafana.com/2026/08/perjalanan-kecilku-menemukan-dunia-kopi.html


Alhamdulillah, kali ini aku lolos.


Dari perjalanan yang awalnya hanya berangkat dari rasa penasaran, ternyata kopi membawa aku ke banyak pengalaman baru, bertemu orang baru, belajar hal yang sebelumnya tidak aku pahami, berani keluar dari zona nyaman, dan perlahan membangun kepercayaan diri.


Mungkin perjalanan aku di dunia kopi masih jauh dari selesai. Tapi justru itu yang membuat aku semakin penasaran untuk terus belajar dan melihat sejauh mana perjalanan ini akan membawa aku.

Baca cerita selanjutnya di ;

PETUALANGAN RASA dari SECANGKIR KOPI

Cara Menjadi Model Make Up atau Muse

1/25/26

Cara Menjadi Model Make Up atau Muse

Cara Menjadi Model Make Up atau Muse - Disclaimer dulu nih, buat kalian yang mungkin mikir kalau orang-orang yang ikut kelas model itu pasti pingin jadi model, nggak selalu begitu kok. Salah satunya aku, yang lagi di fase bosen banget sama dunia konten dan kepenulisan. Bayangin aja, udah dari 2017 aku berkutat di situ.


Aku tuh suka banget belajar hal-hal baru, biar bisa lepas dari dua "beban" tadi dan pastinya kegiatan yang bisa bikin aku jauh dari handphone. Aku juga mau bisa tampil lebih percaya diri dan memperbaiki cara jalan yang "membungkuk" makanya aku ikut pelatihan model makeup dan model catwalk.


Salah satu alasan kenapa aku mau jadi Muse atau model makeup adalah karena aku pengen punya pengalaman di makeup banyak MUA. Jadi, pas aku butuh MUA buat acara aku, aku udah tau siapa yang bagus. Aku bisa diem-diem jadi klien mereka, nyoba makeup-nya, dan nantinya aku bisa rekomendasiin ke temen-temen yang nanya. 


Aku mau sharing tentang gimana cara menjadi model make up atau Muse. Ini dia langkah-langkahnya:


https://www.stafana.com/2024/08/cara-menjadi-model-make-up-atau-muse.html


1. Masuk Management atau Agensi

Pertama-tama, kamu perlu masuk ke Management atau agensi yang fokusnya pada model make up. Biasanya, kamu harus ikut kelas dulu supaya dianggap sebagai member resmi.



Cari management yang bertanggung jawab dan berpengalaman, karena mereka akan punya banyak relasi MUA dan fotografer. Jadi, kamu nggak perlu repot-repot cari sendiri. Management yang bertanggung jawab akan sering merangkul membernya dan sering mengadakan event untuk tumbuh bersama. 



2. Banyakin Portofolio

Setelah ikut kelas, jangan berharap langsung dapat job. Manajemen biasanya hanya memberi ilmu tentang pose dan etika model.


Banyakin portofolio dengan upload foto-foto di sosial media. Tips dari aku:


  • Cari MUA yang jago bikin alis, karena meski make up lainnya kurang, alis yang bagus tetap kelihatan oke di foto.
  • Cari fotografer yang jago motret, bukan sekadar suka motret. Fotografer profesional hasilnya lebih bagus daripada pakai HP.

https://www.stafana.com/2024/08/cara-menjadi-model-make-up-atau-muse.html


Awalnya, jangan berharap dibayar. Fokus dulu cari pengalaman dan portofolio yang bagus.


3. Etika Model

Sebagai model, penting banget untuk punya etika yang baik. Datang tepat waktu, murah senyum, dan pastikan mulut nggak bau (makan permen sebelum di make up). Ini juga berlaku buat MUA ya. Perut juga harus terisi biar nggak lemes.


Walau nggak dibayar, biasanya kita dapat makan siang. Jadi kalau enggak dapat minimal air minum, mending skip, udah termasuk eksploitasi. Ini habbit buruk negara kita, pasti sering ketemu di bidang apapun.



4. Waktu Make Up dan Pemotretan

Idealnya, waktu make up dan pemotretan itu 3 jam: 2 jam untuk make up dan 1 jam untuk foto. Nggak perlu lama-lama kalau fotografernya jago. Pernah juga ikut portofolio workshop dari pagi sampai maghrib, menurutku enggak worth it.



Make up nggak bisa kena air kan, jadi sempat dilarang sholat. MUA pilih sholat di rumah aja, Jadi prefer nggak ikut lagi kalau waktunya terlalu lama dan bentrok dengan waktu sholat. Aku tetep pake buat sholat, udah gak dapat duit, dapat dosa karena gak bisa sholat tepat waktu, sediih. Solusi ambil job durasi lama pas datang bulan aja, aman.


5. Wajib bisa pake Softlens

Aku belajar otodidak lewat YouTube. Dilarang pake softlens yang udah pernah dipake orang lain/ soflens baru. Softlens baru harus direndam 1x24 jam menggunakan air khusus. Pernah ketemu MUA yang suruh pake softlens baru, bisa bahaya apalagi untuk mata. Buat pemula cari info dulu, jangan asal pake. Kalau sampe buta kan gak lucu. 


Baca juga artikel di bawah ini:

Menjaga Klien Tetap Setia


KESIMPULAN

https://www.stafana.com/2024/08/cara-menjadi-model-make-up-atau-muse.html


Kolaborasi tetap penting buat pengalaman, tapi pastikan hargai waktu orang lain. Aku berprinsip mau dibayar, magang, atau collab wajib on time. Aku gak suka nunggu, jadi gak mau juga bikin orang lain menunggu. Terima kasih untuk orang-orang di negara serba ngaret ini, kalian tetap datang tepat waktu, semoga dipermudah dalam mencari duit halal dan semoga aku sering dipertemukan  dengan orang-orang seperti kalian, Aamiin.



Kalau mau lebih bermodal, cari MUA dan fotografer sendiri yang bagus. Memang totalnya bisa habis ratusan ribu, tapi hasilnya gak akan mengecewakan. Kalau ikut portofolio gratisan kebanyakan MUA pemula, kita gak bisa pilih, sama-sama gak dapat duit mending jadi canvas MUA profesional.



Kamu dapat portofolio yang pasti memuaskan, tipsnya follow instagram MUA hits di kota kamu, biasanya mereka cari model lewat ig story/feed. Pastikan juga ada fotografer yang jago motret.  Kalau dibayar jadi kanvasnya MUA pemula, itu beda cerita, karena sudah masuk kategori pekerjaan dan kita sudah dapat cuan.



Semoga tulisan aku Cara Menjadi Model Make Up atau Muse bermanfaat. Jangan asal pilih agensi atau manajemen, asal portofolio banyak.


Untuk informasi tambahan agar lebih hati-hati kamu bisa nonton konten Deddy Corbuzier di YouTube dengan narasumber Model profesional yang akhirnya resign. Semoga bermanfaat! 

Belajar Bikin Roti Manis

12/31/25
https://www.stafana.com/2025/08/belajar-bikin-roti-manis.html


Belajar Roti Manis Bersama BPVP Surakarta & Dhuafa Jateng. Aku berkesempatan ikut Pelatihan Roti Manis yang diadakan BPVP Surakarta berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa Jateng di BLK Surakarta. Dari sekitar 40 pendaftar, hanya 16 orang yang terpilih, dan aku salah satunya. 


Rasanya senang sekaligus gugup, karena ini bukan sekadar belajar membuat roti, tapi belajar mengasah keterampilan yang bisa jadi bekal hidup.


Dalam 2 hari, kami belajar dasar-dasar pembuatan roti manis. Mulai dari menimbang bahan sesuai takaran, memahami urutan mencampur dari bahan kering ke cair, hingga rahasia kenapa beberapa bahan harus dimasukkan terakhir supaya roti tidak keras. 


Ada teknik rounding yang ternyata penting untuk membentuk adonan, juga peringatan agar adonan tidak over proofing supaya teksturnya tetap lembut.


Belajar Bikin Roti Manis


Sesi praktiknya seru sekali. Kami membuat roti manis topping jagung dan blueberry. Setelah adonan siap, roti dipanggang di oven selama 15 menit dan jangan lupa, dibalik!


Pelatihan ini membuatku sadar bahwa membuat roti itu bukan hanya soal rasa, tapi juga kesabaran, ketelitian, dan cinta pada proses. Yang membuatku semakin bersyukur, panitia memberikan perlengkapan memasak yang bermanfaat untuk melanjutkan latihan di rumah.


https://www.stafana.com/2025/08/belajar-bikin-roti-manis.html


Setelah acara resmi ditutup, PR-ku adalah melakukan trial and error sendiri di rumah. Aku ingin memastikan ilmu yang diberikan tidak hilang begitu saja, tapi terus terasah sampai roti buatanku bisa punya cita rasa dan bentuk yang konsisten.


Bagi sebagian orang, dua hari mungkin terasa singkat. Tapi bagiku, dua hari ini seperti membuka pintu baru. Pintu menuju kemungkinan bahwa keterampilan bisa menjadi langkah awal menuju kemandirian.


Dan aku bersyukur sekali bisa menjadi bagian dari 16 orang yang mendapat kesempatan ini.






Persiapan Sebelum Tes Wawancara Pekerjaan

12/15/17


Persiapan sebelum tes wawancara pekerjaan

1.Persiapkan alat tulis
Persiapkan alat tulis, ballpoint, pensil dan penghapus, karena selain wawancara Anda juga diminta mengisi formulir lamaran pekerjaan dan mengerjakan tes tertulis. Salah satu hal sepele yang selalu tertinggal namun ini perlu! Gak lucu kan kalau gagal ditahap ini cuma karena keteledoran kita dan ini sering terjadi lho.

2.Seminggu sebelumnya
Pergi ke tukang cukur dan rapikan rambut Anda karena rambut yang dicukur mendadak, untuk bentuk dan proposinya belum mapan, menurut pengetahuan, rambut akan berbentuk mapan setelah usia rambut satu minggu. 

3.Sehari sebelumnya 
Pelajari transportasi menuju lokasi wawancara beserta rutenya, jangan sampai pada hari H Anda terlambat dikarenakan mencari alamat yang dituju

4.Dua malam sebelumnya 
Siapkan pakaian Anda, cari pakaian formal yang terbaik yang anda punya atau yang bersih, rapih disetrika, dan wangi.

5.Dua jam sebelumnya
Pergi ke kamar mandi, pastikan perut Anda sehat, tidak mules dan buang air kecillah sebelumnya.

Baca juga : Pertanyaan yang sering ditanyakan saat wawancara

12 Pertanyaan yang Sering Ditanyakan dalam Wawancara Kerja

11/22/17
Wawancara kerja adalah salah satu tahapan dalam pencarian kerja yang cukup menantang dan rumit. Karena di tahapan ini, sang penilai bisa melihat jelas kepribadian dan cara seseorang mempresentasikan dirinya, untuk kemudian dinilai apakah pantas atau tidak bergabung dengan sebuah perusahaan. Salah satu persiapan terbaik adalah dengan memahami jenis dan tipe pertanyaan yang paling sering diajukan dalam wawancara. Tak hanya memahami pertanyaannya tapi juga mempersiapkan jawabannya dengan baik.


12 Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan Dalam Wawancara Kerja

1. Ceritakan Tentang Diri Anda 
 Pertanyaan yang sangat sering muncul pada saat interview kerja. Persiapkan jawaban anda terbatas pada bidang pekerjaan yang anda kuasai sebelumnya. Bicarakan tentang karir anda sebelumnya, prestasi yang anda raih, hobi dan aktivitas terakhir yang anda jalani. Hindari menceritakan sisi negatif anda.

2. Kenapa Anda berhenti dari pekerjaan sebelumnya
 Jawablah dengan positif jenis pertanyaan ini. Meskipun anda berhenti karena ada masalah dengan dengan perusahaan atau kantor sebelumnya jangan ceritakan permasalahan tersebut. Katakan saja kalau saat ini anda ingin mencari kesempatan kerja yang lebih baik atau peluang melakukan sesuatu yang istimewa dalam karir anda. Jangan pernah menjelek-jelekan properti sebelumnya.

3. Pengalaman apa yang Anda miliki dalam bidang ini?
 Jawab se-spesifik mungkin mengenai keahlian anda di bidang yang anda lamar. Jika tidak memiliki pengalaman yang khusus setidaknya berikan jawaban yang mendekati keahlian yang dimaksud. 

4. Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan kami?
 Pertanyaan ini hanya bisa dijawab jika anda telah melakukan penelitian terlebih dahulu tentang perusahaan tempat anda melamar. Jawab tentang aktivitas perusahaan tersebut seperti produk yang dijual atau informasi tentang profil perusahaan tersebut. Ceritakan history perusahaan yang anda lamar.

5. Apa yang Anda lakukan untuk mengembangkan pengetahuan Anda terakhir ini?
 Jawab ragam kegiatan positif yang telah anda lakukan, tentu saja yang berhubungan dengan pencapaian karir anda. 

6. Kenapa Anda tertarik bergabung dengan perusahaan ini?
 Hati-hati menjawab ini karena memerlukan pengetahuan anda tentang perusahaan dan karir jangka panjang yang ingin anda raih.

7. Berapa gaji yang Anda harapkan?
 Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang tersulit terutama bagi mereka yang tidak memiliki pengalaman kerja yang cukup. Yang perlu Anda lakukan sebelum wawancara adalah mencari tahu pasaran gaji untuk posisi yang ditawarkan agar Anda dapat memberikan Jawaban atas pertanyaan ini.

8. Apakah Anda bisa bekerja dalam satu tim?
 Selalu jawab “iya” dan sebutkan pengalaman yang pernah anda lakukan saat bekerja sama dengan banyak orang.

9. Apa kelebihan Anda?
 Pertanyaan yang memerlukan jawaban luas tapi tetap fokus seperti misalnya kemampuan anda dalam memecahkan permasalahan, kemampuan memimpin, perilaku positif anda, kesanggupan bekerja di bawah tekanan atau kemampuan berorganisasi.

10. Apa kelemahan Anda?
 Jawab dengan diplomatis, seperti “Saya kurang percaya diri jika berbicara di hadapan orang banyak, tapi saat ini saya dalam proses mengatasinya karena ini sangat berkaitan dengan karir saya ke depan dan saya yakin bisa mengatasi hal ini”. atau “Kelemahan saya kurang bisa bekerja sendiri , jadi harus membangun teamwork yang solid”. Intinya setelah mengatakan kelemahan anda, sertakan usaha yang telah anda lakukan untuk mengatasi kelemahan anda tersebut.

11. Apakah Anda bersedia kerja lembur kapan saja bila diperlukan?
Jawaban untuk ini ada di anda. Jawablah dengan jujur dan berikan alasan yang tepat.

12. Apakah Anda ada pertanyaan untuk saya?
 Selalu siapkan pertanyaan anda. Ini menunjukan antusias anda bergabung di perusahaan. Contoh pertanyaan seperti deskripsi pekerjaan yang akan anda jalani atau proyek seperti apa yang saat ini dikerjakan perusahaan. Bisa juga anda memberi pertanyaan seputar manfaat yang didapat ketika menjadi karyawan di perusahaan.

Pengertian, Fungsi, dan Peran Front Office Bagi Hotel

9/8/17



THE MEANING OF FRONT OFFICE


Front office berasal dari bahasa inggris “front” yang berarti depan, dan “office” berarti kantor. Jadi front office adalah kantor depan. Dalam konteks pengertian hotel, kantor depan merupakan sebuah departemen di hotel yang letaknya di bagian depan. Tepatnya tidak begitu jauh dari pintu depan hotel atau lobby. Area ini merupakan tempat yang paling sibuk di hotel. Dengan lokasi dibagian depan maka front office termasuk dapartemen yang paling mudah dicari dan dilihat oleh tamu.

Untuk menyebut front office, sebagian hotel menggunakan istilah yang lain, yaitu guest service area (area pelayanan tamu). Oleh karena itu kepala dapertemennya disebut guest service manager. Sedangkan petugasnya disebut guest service agent. Namun, demikian istilah front office yang masih sering dipakai baik industri perhotelan maupun di kalangan edukasi.

Sedangkan kata front liner adalah sebutan untuk petugas kantor depan yang langsung berhubungan dengan tamu (direct guest contact seperti reception, cashier, guest relation officer, doorman dan bellboy).Sering kali ditemui pula istilah front desk yang merupakan sebutan lebih sempit untuk seksi penerima tamu. Di sebut front desk karena tugasnya di area counter (desk).



THE FUNCTION OF FRONT OFFICE  


Kantor depan hotel memiliki funsi-fungsi penting dalam penyelenggaraan hotel secara menyeluruh.

Fungsi tersebut meliputi:

1. Menjual kamar (reservasi, check-in dan check-out)
2. Menangani informasi, produk atau pelayanan dan informasi umum di luar hotel
3. Mengkoordinasi pelayanan tamu (koordinator dari departement lain di hotel)
4. Melaporkan status kamar (status kamar dapat di update secara manual/ komputerize)
5. Mencatat pembayaran tamu (guest bill/guest folio/guest account)
6. Menyelesaikan pembayaran tamu (pada saat check-out)
7. Menyusun riwayat kunjungan tamu (untuk tujuan peningkatan pelayanan)
8. Menangani telepon, peran, faksimili dan email
9. Menangani barang tamu dan barang-barang bawaannya


THE ROLE OF FRONT OFFICE


Dapartemen kantor depan mengemban misi yang sangat vital bagi keberhasilan bisnis hotel. Sebab produk yang menjadi pendapatan utama (main revenue/income) hotel adalah kamar. Sedangkan pendapatan terbesar kedua adalah dari makanan dan minuman (food & beverage).

Peranan kantor depan yang demikian penting menyebabkan dapartemen tersebut diberi sebutan yang menggambarkan pusat dimana semua departemen lain tergantung padanya. Tanpa kantor depan aktivitas hotel menjadi terganggu. Bahkan pada akhirnya roda perputaran produk dan pelayanan akan berhenti. Demikian dengan kesan pertama dan terakhir yang akan menentukan hasrat dan motivasi tamu untuk kembali lagi atau tidak ke hotel.

PERANAN KANTOR DEPAN BAGI HOTEL  :


1. Kesan pertama dan sekaligus kesan terakhir bagi tamu yang menginap di hotel
2. Sebagai pusat sarafnya hotel
3. Sebagai pusat komunikasi
4. Menjaga hubungan dengan tamu dan dapartemen lain di hotel
5. Urat nadi utama sebuah hotel
6. Jantungnya Hotel
7. Sumbunya hotel
8. Pusat koordinasi pelanan  hotel
9. Konter Informasi bagi tamu
10. Sumber Informasi potensial bagi penjualan dan pemasaran hotel


Different behavior style with DISC Theory

9/5/17
Different behavior style - Setiap orang memiliki tingkah laku yang berbeda-beda. Perbedaan faktor disetiap individu yang mempengaruhi hal tersebut. Jika kita bekerja di perusahaan yang menuntut kita memberikan kenyamanan terhadap guest maka mempelajari “different behavior style” sangat penting.



William Moulton Marston (9 Mei 1893 - 2 Mei 1947), juga dikenal dengan nama Charles Moulton, adalah seorang psikolog Amerika, penemu, penulis self-help, dan penulis buku komik yang menciptakan karakter Wonder Women. 


Teori DISC dan William Moulton Marston

Cover of Emotions of Normal People Model Perilaku DISC pertama kali diajukan oleh William Moulton Marston, seorang psikolog fisiologis dengan gelar Ph.D. dari Harvard Buku tahun 1928, Emotions of Normal People, menjelaskan teorinya tentang bagaimana emosi manusia normal menyebabkan perbedaan perilaku di antara kelompok orang dan bagaimana perilaku seseorang dapat berubah dari waktu ke waktu. Karyanya terfokus pada fenomena psikologis yang dapat diamati secara langsung dan terukur. Dia tertarik untuk menggunakan penjelasan praktis untuk membantu orang memahami dan mengelola pengalaman dan hubungan mereka.

Marston berteori bahwa ekspresi perilaku emosi dapat dikategorikan menjadi empat tipe utama, yang berasal dari persepsi seseorang tentang diri dalam hubungan dengan lingkungannya. Keempat jenis ini diberi label oleh Marston sebagai Dominance (D), Influence (I), Steadiness (S), dan Compliance (C).

MEMBACA KARAKTER DENGAN TEORI DISC



D (Dominance)

Dominants are very straight forward- Cenderung sebagai orang yang cepat dalam mengambil keputusan namun kadangkala keputusannya kurang didukung oleh data-data yang memadai, hal ini terjadi karena dia kurang memperhatikan hal-hal yang bersifat detil, dan kurang bisa bersifat sabar. Orang Tipe ini memiliki EGO yang sangat tinggi dan selalu ingin tampil di depan. 

Rekomendasi :
Cocok sebagai Pemimpin, Leader, Manager, Tipe ini hanya dimiliki oleh 3% manusia di Dunia.

I (Influence)

Influencers are outgoing persuasive and influence others through talking- Seseorang Yang Dominan Karakter I, Cenderung sebagai orang yang yang penuh percaya diri dia mampu meyakinkan dan memaksa orang lain untuk melakukan sesuatu, hal ini sangat didukung oleh keterampilan dalam berkomunikasi dan keberanian dalam mengambil keputusan. 

Rekomendasi :
Cocok sebagai Marketing, Motivator, Presenter, Negosiator. Lebih senang bekerja di luar ruangan

S (Steadiness)

People  like to be in the known and work at a  steady place- Seseorang Yang Dominan Karakter S, Cenderung sebagai orang yang sabar, bisa menjadi pengikut yang loyal sepajang sesuai dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapainya, akan berprestasi optimal jika dia bekerja dalam situasi yang aman, tidak banyak pergolakan dan perubahan. Adanya pergolakan dan perubahan menimbulkan rasa tidak nyaman pada yang bersangkutan. 

Rekomendasi :
Cocok sebagai Staf, Administrasi, Dan Orang tipe ini sangat suka bekerja dalam suasana yang Aman. Tidak terlalu banyak tuntutan.

C (Compliance)

People adhere to rules, egulations and structure- Seseorang Yang Dominan Karakter C, Cenderung sebagai seorang yang mengharapkan kesempurnaan baik dalam kehidupan pribadi maupun aktivitas bisnis. Akurasi, detil, sabar adalah sifat yang menonjol pada orang ini. Dia dapat diandalkan untuk menyelesaikan pekerjaan yang menuntut ketelitian dan standard kualitas yang tinggi. 

Rekomendasi :
Cocok sebagai Bagian Keuangan, Pengawas, Audit.

Ketika kita suda mengetahui dan mempelajari bagaimana membaca karakter seseorang dengan Teori DISC maka kita bisa mengurangi complain seorang guest di perusahaan.

Apakah kita hanya perlu membaca karakter orang lain? tentu tidak, karakter diri sendiri juga sangat perlu . Satu hal yang pasti kita tidak bisa merubah karakter yang sudah melekat pada diri sendiri namun, kita dapat mengkondisikan dengan suasana tertentu, artinya ketika kita adalah seorang dengan karakter (D) Dominance lalu bertemu dengan seseorang dengan karaker (D) juga maka, kita bisa merubah karakter menjadi "S" Steadiness. Kenapa? karena salah satu antara dua karakter D harus ada yang mengalah, jika tidak? pekerjaan di kantor akan tidak selesai dan lebih buruknya berujung perkelaihan.

DISC- dengan teori ini tidak hanya membuat kita pintar bergaul dengan rekan kerja, atasan dan guest atau tamu, tetapi juga bergaul di masyarakat.

Bagaimana dengan diri kamu sendiri? 
Sudah dapat membaca karakter pribadi kamu?

Kalau saya lebih cocok dengan karakter I, seseorang yang senang berbicara. Seseorang dengan tipe ini memiliki suara yang terdengar lebih keras dari tipe lain (saya banget). Tipe ini juga tidak menyukai hal-hal yang detail jadi, pekerjaan bisa terlantar karena banyak bicara. 

Semua tipe karakter tentu memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing yang membuat kita memerlukan orang lain. Jadi, berbuat baiklah kepada sesesorang jika kamu ingin diperlakukan dengan"baik".

Auto Post Signature

Auto Post  Signature