Top Social

Melihat Perkembangan Laptop ASUS di Era AI

9/17/26



9/15/26 - Beberapa waktu lalu aku mendapatkan kesempatan untuk menghadiri acara ASUS No.1 Quality & Service 2026 yang diselenggarakan di Yogyakarta.


Jujur, aku cukup tertarik datang ke acara ini karena belakangan aku memang sedang banyak belajar dan melakukan berbagai kegiatan yang membutuhkan laptop. Mulai dari menulis, belajar, membuat konten, sampai mengerjakan berbagai hal yang berhubungan dengan dunia digital.


Jadi ketika mendapatkan undangan dari ASUS, aku penasaran sebenarnya seperti apa laptop ASUS yang sekarang, terutama dengan semakin berkembangnya teknologi AI.


Acara ini bukan hanya membahas produk laptop terbaru, tetapi juga memperkenalkan program garansi dan layanan purnajual ASUS yang menurutku cukup menarik untuk diketahui sebelum membeli laptop.


 ASUS No.1 Quality & Service


Salah satu hal yang paling banyak dibahas dalam acara ini adalah mengenai durabilitas dan layanan purnajual ASUS.


ASUS menjelaskan bahwa beberapa lini laptopnya telah melewati pengujian dengan standar militer MIL-STD 810H. Pengujian tersebut mencakup berbagai kondisi seperti guncangan, suhu ekstrem, kelembapan, hingga tekanan udara rendah.


Di acara ini bahkan tersedia booth durability test sehingga pengunjung bisa melihat secara langsung gambaran mengenai pengujian ketahanan laptop ASUS.


Menurutku, bagian ini menarik karena selama ini ketika membeli laptop, aku lebih sering memperhatikan spesifikasi seperti RAM, prosesor, kapasitas penyimpanan, atau ukuran layar.


Padahal, laptop juga akan menemani kita selama bertahun-tahun. Jadi ketahanan perangkat dan layanan setelah pembelian juga perlu diperhatikan.


ASUS juga memperluas jaringan layanan resminya hingga 141 titik layanan di Indonesia serta memiliki cakupan internasional di lebih dari 90 negara.


Untuk beberapa lini seperti ASUS ProArt, ASUS Zenbook, serta ASUS Vivobook S Series dan Vivobook Flip, ASUS menghadirkan hingga 3 tahun garansi internasional dan 3 tahun ASUS VIP Perfect Warranty (ADP).


Sementara ASUS Vivobook classic mendapatkan hingga 2 tahun garansi internasional dan 2 tahun ASUS VIP Perfect Warranty (ADP).


Buatku, informasi mengenai garansi seperti ini cukup penting karena harga laptop bukanlah pengeluaran kecil. Jadi aku sendiri lebih nyaman kalau membeli produk yang memiliki layanan purnajual yang jelas.


Pick Your Vibe


Hal lain yang menarik perhatianku adalah konsep Pick Your Vibe.


Biasanya ketika memilih laptop, kita sering dihadapkan pada pilihan antara perangkat yang memiliki performa bagus atau desain yang sesuai dengan selera.


ASUS mencoba menawarkan keduanya.


Beberapa seri ASUS Vivobook hadir dalam pilihan warna yang lebih beragam. Bahkan aksesorinya juga dibuat dengan warna yang bisa dipadukan dengan laptop.


Salah satunya adalah ASUS Marshmallow Keyboard KW100 dan ASUS Marshmallow Mouse MD100 yang tersedia dalam warna pastel seperti Lilac Mist Purple, Quiet Blue, dan Sage Green.


Aku sendiri cukup suka dengan konsep seperti ini karena laptop sekarang bukan hanya alat untuk bekerja atau belajar.


Buat sebagian orang, laptop juga menjadi bagian dari barang yang dibawa setiap hari. Jadi warna dan desain memang bisa menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih perangkat.


Selain itu, ASUS juga menghadirkan ASUS SmartO Mouse MD200 yang memiliki desain ergonomis dengan sandaran ibu jari dan sensor presisi tinggi.


 Laptop dengan Teknologi AI


Bagian yang paling menarik perhatianku tentu saja pembahasan mengenai AI.


Sekarang hampir semua perangkat teknologi mulai membawa fitur AI, termasuk laptop.


ASUS menghadirkan laptop dengan Neural Processing Unit atau NPU yang memiliki performa hingga lebih dari 50 TOPS dan mencapai 80 TOPS pada varian tertinggi.


Sederhananya, NPU dapat membantu menangani berbagai tugas AI sehingga beban kerja tidak hanya ditangani oleh CPU.


ASUS juga menghadirkan ASUS Virtual Assistant Omni, yaitu chatbot AI yang dapat berjalan secara offline.


Bagian offline ini menurutku cukup menarik karena tidak semua aktivitas membutuhkan koneksi internet. Selain itu, pemrosesan secara lokal juga dapat memberikan pilihan tambahan bagi pengguna yang memperhatikan privasi data.


Tidak berhenti di situ, ASUS juga memperkenalkan ASUS Zenni Claw, sebuah platform AI Agent yang dirancang untuk membantu menyelesaikan tugas dalam beberapa tahap.


Jadi bukan hanya sekadar bertanya kepada chatbot.


Zenni Claw dapat memahami tujuan pengguna, menyusun langkah kerja, kemudian menjalankan tugas menggunakan ASUS Skills yang tersedia.


Contohnya seperti membantu membuat draft presentasi, menyusun itinerary perjalanan, hingga membuat ringkasan berita harian.



Bukan Cuma Soal Spesifikasi


Setelah mengikuti acara ini, aku jadi berpikir bahwa memilih laptop ternyata bukan hanya tentang melihat angka spesifikasi.


Dulu mungkin aku akan lebih fokus melihat RAM berapa GB, penyimpanan berapa besar, atau prosesornya apa.


Sekarang aku mulai melihat hal lain seperti durabilitas, garansi, layanan purnajual, desain, sampai fitur yang memang akan aku gunakan sehari-hari.


Apalagi sekarang aku sedang berada di fase belajar banyak hal. Laptop bukan hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga untuk menulis, belajar, membuat konten, dan mengembangkan kemampuan.


Jadi perangkat yang digunakan sehari-hari memang sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.


Dan setelah melihat langsung berbagai pilihan yang ditawarkan, aku jadi semakin sadar bahwa ketika suatu saat membeli laptop lagi, aku tidak boleh hanya tergoda dengan spesifikasi atau desainnya saja.


Aku juga perlu melihat bagaimana perangkat tersebut bisa mendukung kebutuhanku dalam beberapa tahun ke depan.


Karena pada akhirnya, laptop yang bagus bukan hanya tentang seberapa tinggi spesifikasinya, tetapi seberapa sesuai perangkat tersebut dengan kebutuhan kita.

Post Comment
Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung di blog saya, silahkan berkomentar dengan baik dan sopan.

Auto Post Signature

Auto Post  Signature