Top Social

Image Slider

IBX59CC0B1F0120F

Kehidupan di Kampung Inggris

12/6/16

 
 
Pengalaman tahun lalu di "Kampung Inggris" Pare-Kediri, Jawa Timur. Sebenarnya dalam lubuk hati saya yang paling dalam sedikit kecewa tentang hal ini. Because,why? saya rela pensiun selama 1th buat enggak kuliah dulu (habis UASBN ceritanya) untuk pergi ke sana dan ujung-ujungnya saya cuma betah selama 2bln dan gak menstruasi pula. Saya panik (wajar donk) karena pertama kali ngalamin dan secara cewe normalnya menstruasi itu sebulan sekali.

TRALALALA...
Setelah saya pulang ke Solo, Jawa Tengah. Esok harinya langsung keluar tu darah kotor menstruasi (buat para cowo yang gak mudeng) wkwk. well you know, akibat dari kejadian ini adalah STRESS BERAT.



Les mulai jam 07.00 WIB-16.30 WIB -istirahat- mulai lagi jam 20.00-21.30 WIB saya kursus bahasa inggris. (sabtu-minggu libur) Sebenarnya kamu bisa memilih jam yang efisien dan sesuka kamu tapi, apakah gak nanggung? km jauh-jauh dari Makassar ke Pare cuma ambil 3 jam/hari ? padahal kamu cuma sebulan ke Pare? yahh.. itu sih niat kamu gak belajar tapi dolan! mlancong!

#note :

 Pare itu nama sebuah desa yang terletak di Kediri, Jawa Timur. Jadi, Pare itu pinggirannya Kediri. 

 

Selama 2 bulan hanya dapat mampir di ikon Kota Kediri, Simpang Lima Gumul.

 
Kamis, 04 Agustus 2016

Saya sampai di Pare, Kediri, Jatim menggunakan Travel dari Solo senilai 150.000. Saya menuju kos biasa (bukan camp) yang sudah dipesan sebelumnya lewat medsos senilai 275.000/orang. Apa saja yang ada di dalam kamar? lemari baju, 2 gantungan baju, kipas angin, bed cover tingkat atas-bawah, dan free wi-fi (ini satu-satunya alasan yang bikin betah).
 
Kos saya berada di pusat kampoeng inggris ( Jl. Anyelir ) seharga 275.000/orang itu termasuk mahal because, so dirty. Kamu ingin harga di bawah itu? bis, tapi jauh dari tempat kursus, toko kebutuhan sehari-hari, masjid/mushola, dan tempat makan.



#note :
Camp adalah kelas seperti pesantren di mana jam belajar ditentukan oleh pihak Camp (Jam pagi sampai Jam malam) harga? jauh lebih mahal dari kos biasa. Ini buat yang serius karna di target setiap minggunya. Di tempat kos saya ada pindahan sekitar 6 orang dari camp karena jam terlalu padat dan isi per kamar jauh lebih banyak dari kos biasa. Kos biasa bisa di isi 1-4 orang sedangkan camp di isi sekitar 4-8 orang.


Jum'at, 05 Agustus 2016 - Rabu, 31 Agustus 2016

Saya memulai les speaking di "PEACE" (Jl. Brawijaya). Kenapa saya memilih lembaga tersebut? karna murah, asik (guru dan pelajaran), dekat dengan pusat kota (gak bakal nyesel). Setiap hari di berikan 50 vocab kehidupan sehari-hari dan 2 minggu sekali diadakan exam. Saya mengambil kelas dari Basic-Intermediate, bulan ini saya menghabiskan kantong sekitar 662.000 untuk les di PEACE.

#note:  jangan mengambil grammar di sini ! score  : "bad". Setiap lembaga memiliki keahlian khusus dalam kelas nya. So, PEACE di bidang speaking :) Lembaga speaking lainnya yang recommended " GLOBAL ENGLISH" dekat dengan peace, lebih mahal, dan pakai uniform khusus buat anak G.E. (Global English) ini beneran GE kaya sekolah biasa.





Hal yang unik dari lembaga ini adalah setiap 2 minggu sekali (selesai exam) berfoto bersama tutor dan teman sekelas di depan tembok tulisan "PEACE".

YUP! jangan lupa menyewa sepeda untuk pergi ke tempat kursus ya.. bakal capek kalau jalan karena panas banget dan penuh debu. Pakai masker wajib hukumnya Harga sekitar 50.000-100.000 ke atas. untuk harga standar 70.000 ya! di bawah harga itu? cari aja di pingiran sampe ketemu wkwk jauh soalnya.

Uang makan? sediain uang 15,000 dapat :
PAKET : nasi+ayam/ikan+sayur+es teh.
                     


MENU
nasi putih: 3.000
soto: 12.500
1 ekor udang: 2.000
nasi+telor: 6.000
nasi+ayam: 10.000
sayur aja: 2.500
mie ayam: 5.000
sate ayam: 10.000
tahu/tempe: 500-an 


Kebanyakan di sana sistem prasmanan/ambil sendiri gitu, jadi hati-hati ambilnya jangan kebanyakan ya.. mehol.


#note :

untuk kebutuhan laundry : 3500-6000/kg

alfamart/indomaret/supermarket jauh membutuhkan waktu selama 45 menit naik sepeda.

Hanya ada satu minimarket bernama "HAWA" di dekat Jl.Anyelir dan itupun tidak lengkap. Lebih mudah mencari toko buku yang tersebar di sepanjang Jl.Anyelir.

Gak ada wedangan yang nyediain nasi kucing seharga 1.500 like di Solo. hikss hikss..
(Solo ngangeni) karna Saya orang Solo dengan gaji UMR 1.532.500 kebutuhan di Pare, Kediri sangat mahal. Beda lagi kalau kamu orang Makassar, Jakarta, Jambi.. ah sudahlah..

Kenapa saya selalu bilang orang Makassar? karna di sana full isinya orang Makassar dari pada orang Solo :3 bisa di hitung pakai jari.

Bagaimana dengan rasa makanan ? hambar. Nasi seperti nasi bekas, mahal juga ugh! Alasan pertama, bikin saya gak betah itu tentang makanannya, why? why? uang makan sama uang kursus lebih mahalan uang makan!
 
Mencari ATM juga susah, BCA dekat dengan supermarket di Kotanya Pare, BNI terdekat, BRI dekat tapi sering eror. Untungnya saya pake BNI waktu itu.
 


Kamis, 01 September 2016 - Rabu, 28-September-2016

Di bulan ke dua, saya melanjutkan kembali kelas speaking saya di Daffodils . lembaga ini termasuk mahal karena ruang kelas ber-AC seharga 175.000/ 2 weeks. Saya mengalami kesulitan di sini karena tingkat speaking di PEACE dan Daffodils sangat berbeda. Di kelas Speak second B-Daffodils semua teman-teman saya hampir 75% sudah hampir lancar. So, buat kamu yang ke baru memulai belajar bahasa inggris jangan pernah mencoba ke sini. Saya hanya bertahan 1 minggu saja di sini.

Selain ambil speaking class.. of course, saya mengambil grammar class at KRESNA (recommended buat belajar grammar) harga? 43.000/bulan. Tempatnya tentu saja gak ada AC cuma kipas angin.

Tanggal 28 saya balik ke Solo menggunakan Travel dekat dengan kos saya. Berangkat pukul 22.00 WIB 
Total biaya selama 2 bulan di sana sekitar 4 jt. Apa yang membuat kantong menjadi tipis? uang makan yang mahal, belum lagi jajan because, di sana banyak banget cafe yang bakal bikin perut kamu berteriak kelaparan, tempat wisata yang menguras kantong. Pokoknya di sana banyak godaan selain kita belajar english. Siapkan mental kamu ya! okay?
 
Di Pare juga ada les Bahasa Arab, Komputer, Photography, banyak kursus selain Bahasa Inggris.
 
 

 Cafe hits waktu itu, saya lupa namanya. Ke Pare harus ke sini dan harga makanan standar 20rb an.

KESIMPULAN SELAMA 2 BULAN

Saya mengetahui bahasa inggris lebih luas dari yang di ajarkan di sekolah.
Saya mendalami grammar.
Saya mengetahui apa saja untuk dasar speaking english with narative speaker.
Saya mengetahui cara baca simbol di kamus.
Saya mengerti perbedaan british and american.
Saya paham tentang apa itu idiom dan cara berbica bahasa inggris dengan baik, ringkas, dan jelas.

SAYA BELUM LANCAR UNTUK BERBICARA BAHASA INGGRIS

Setiap orang yang menjumpai saya setelah pulang dari Pare: "Gimana? ngomonya udah cas cis cus belum kaya bule?" Ini sesuatu hal yang paling membuat kecewa pergi ke kampung inggris. Pada akhirnya di sana saya hanya mengerti, mengetahui apa yang harus saya pelajari seusai dari sana.

Saya menanyakan pada tutor yang mengajari waktu itu bahwa, minimal satu tahun kamu di Pare baru bisa lancar. Kamu perlu praktik setiap hari untuk bisa speaking. Well saya malu mengakuinya tapi inilah kehidupan di Kampung Inggris, Pare secara ringkas yang saya alami. saya kecewa! kalau tau begitu saya akan kuliah saja, penyesalan memang datang terlambat. Dengarkan nasihat orang-orang yang menyayangimu.

Tentu saja ada hal menyenangkan yang saya alami di desa ini adalah memiliki teman dari sabang hingga merauke. Bahkan sampai mengenal orang Malaysia, Timor Leste, dan Thailand di desa ini juga. Selalu ada hikmah apapun yang terjadi pada kita dan menemukan sahabat baru di sana.
 
Update 03 September 2020
 
Saya baru sadar harga makanan di Kampung Inggris di tahun 2016 adalah harga makanan di Kota Solo tahun 2020. Niat saya mau ke sana lagi buat cari kawan baru sebenarnya haha tapi.. saya takut melihat harga makanan di sana meskipun sekarang sudah bekerja. Kamu mau tanya soal desa ini? DM instagram @stafanacharis pasti saya balas kali aja kamu mau ajak ke Pare lagi wkwk. Saya juga masih menyimpan banyak brosur kursus di Kampung Inggris hehe.

Semoga bermanfaat tulisan pertama saya di Blog, tulisan ini sesuai pengalaman waktu itu, kalau ke sana harus niat betul agar tak merugi.

Auto Post Signature

Auto Post  Signature