Top Social

Image Slider

IBX59CC0B1F0120F

Menemukan Rumah Bagi Jiwa

7/15/26
https://www.stafana.com/2026/07/menemukan-rumah-bagi-jiwa.html


Waktu masih sekolah, aku sering merasa ada yang aneh dengan diriku. Aku tidak nyaman berada di tempat yang ramai. Rasanya seperti tubuhku mengecil, kehilangan keberanian, meskipun aku sendiri tidak tahu apa penyebabnya.


Aku juga hanya bisa memiliki dua hingga empat teman dekat. Jika berada dalam kelompok yang lebih besar atau terlalu lama berada di tengah keramaian, aku mulai merasa tidak nyaman. Dulu aku menganggap ada yang salah dengan diriku.


Namun, seiring bertambahnya usia dan berbagai pelajaran hidup yang kulewati, aku mulai memahami bahwa setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menjalani hidup dan bersosialisasi.


Aku bisa merasa sangat kesepian di tengah keramaian, tetapi justru merasa penuh ketika sedang sendiri.


Aku terus belajar mengenal diriku sendiri. Aku percaya bahwa mencari jati diri bukan berarti menemukan versi yang sempurna, melainkan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik daripada diriku yang kemarin. Semua pelajaran hidup yang kutemui hari ini juga ingin kupegang hingga akhir hayat, termasuk jika suatu saat nanti aku diberi kesempatan untuk mendidik anak.


Aku sadar bahwa hidup ini hanya sementara. Aku percaya manusia akan menjalani dua kehidupan: kehidupan di dunia yang akan berakhir dengan kematian, dan kehidupan yang kekal di akhirat. Kesadaran itulah yang membuatku belajar menikmati kesendirian.


Aku memilih hidup tanpa bergantung pada banyak orang daripada harus mempertahankan hubungan yang justru membuatku melakukan hal-hal yang seharusnya tidak kulakukan. Sampai hari ini, aku tidak pernah menyesali prinsip itu.


Dalam perjalanan hidupku, ada dua tempat yang selalu membuatku merasa pulang.


Perpustakaan: Rumah Pertama untuk Kehidupan Dunia



Cara belajarku lebih bersifat kinestetik. Aku lebih mudah memahami sesuatu melalui praktik dan pengalaman dibandingkan hanya membaca teori. Karena itu, sejak kecil aku lebih menyukai bacaan ringan seperti komik, buku anak-anak, dan novel. Di antara semuanya, kisah para nabi selalu menjadi favoritku.


Aku juga jarang memiliki akses terhadap buku. Harga buku cukup mahal, sementara perpustakaan di sekolahku dulu lebih banyak berisi buku pelajaran daripada buku bacaan dengan berbagai tema.


Ketika bekerja sebagai content creator, alat utamaku adalah handphone. Hobiku saat itu hanyalah menulis diary di blog. Anehnya, semakin lama aku justru mulai menyukai kegiatan membaca dan menulis menggunakan bolpoin. Tulisan tanganku memang tidak rapi, tetapi selama masih bisa dibaca, aku tidak lagi memikirkannya.


Percaya atau tidak, pernah ada masa ketika aku tidak sanggup membaca satu halaman penuh. Baru beberapa menit membaca, aku sudah merasa lelah dan sangat mengantuk. Sering kali aku hanya membaca sinopsis di bagian belakang buku.


Sampai akhirnya aku menemukan sebuah konten di Instagram yang menjelaskan mengapa membaca terasa berat di awal. Otak memang dirancang untuk menghemat energi. Video bergerak, suara, dan gambar membuat informasi masuk tanpa banyak usaha. Sebaliknya, membaca memaksa otak membangun gambaran, menghubungkan ide, dan memahami makna dari setiap kalimat. Karena itulah membaca membutuhkan usaha lebih besar, terutama bagi orang yang belum terbiasa.


Penjelasan sederhana itu mengubah cara pandangku. Aku berhenti menyalahkan diriku sendiri dan mulai membiasakan diri membaca sedikit demi sedikit.


Hari ini, ketika menulis artikel ini, aku sedang duduk di Perpustakaan Monumen Pers Surakarta. Aku datang sekitar pukul 09.10 pagi.


Aku menikmati masa ketika belum bekerja dan bisa menghabiskan waktu di perpustakaan. Ruangan yang sejuk, rak-rak buku yang tertata rapi, dan suasana yang tenang membuatku perlahan jatuh cinta pada buku, bahkan buku-buku yang dulu tidak pernah menarik perhatianku.


Kalau hari ini ada seseorang yang sedang berjuang membangun kebiasaan membaca, aku hanya ingin mengatakan: nikmati prosesnya. Suka atau tidak suka, cobalah jatuh cinta kepada buku.


Buku tidak pernah mengkhianati.


Jika suatu saat kamu ditertawakan oleh orang-orang yang sudah membaca banyak buku atau dianggap kurang pintar karena baru mulai membaca, percayalah bahwa kamu tidak lebih rendah dari mereka.


Semakin banyak membaca, seharusnya seseorang menjadi semakin rendah hati, semakin berempati, dan semakin sadar bahwa masih banyak hal yang belum ia ketahui.


Daripada terus-menerus memenuhi pikiran dengan konten media sosial yang cepat berlalu, cobalah memberi ruang untuk buku. Mungkin buku tidak akan langsung mengubah hidupmu, tetapi sedikit demi sedikit ia akan membentukmu menjadi pribadi yang lebih baik daripada dirimu yang dahulu.


Baca juga:

7 Kata Jangan yang Akan Menyelamatkan Hidupmu


Masjid: Rumah Kedua untuk Kehidupan Akhirat



Aku bersyukur pernah tinggal di dekat masjid ketika masih kecil. Aku masih mengingat suasana kampung saat salat tarawih berjamaah di bulan Ramadan. Kenangan sederhana itu ternyata membekas sangat dalam dan membentuk diriku hingga sekarang.


Sejak memahami ibadah i'tikaf, aku semakin sering datang ke masjid. Hampir selalu sendirian.


Aku sering bertemu para orang tua yang rutin beribadah. Aku hampir selalu menjadi salah satu jamaah termuda di sana. Barisan jamaah perempuan biasanya tidak terlalu ramai, sementara barisan laki-laki jauh lebih penuh. Meski begitu, aku tetap merasa damai berada di rumah Allah.


Ketika aku merindukan Tuhan, aku tahu ke mana harus pergi. Ke mana pun aku berada nanti, dua tempat pertama yang akan kucari adalah perpustakaan dan masjid.


Meskipun begitu, aku juga sadar bahwa tidak ada tempat yang benar-benar sempurna. Kadang kita bertemu pengurus yang kurang ramah sehingga suasana hati menjadi tidak nyaman. Aku juga pernah melihat seseorang yang tidak berhijab diperlakukan kurang baik ketika datang ke masjid. Ada yang dipandang sinis, bahkan dianggap bukan seorang muslim.


Namun pada akhirnya, aku memilih untuk tidak menghakimi. Hanya Allah yang Maha Mengetahui isi hati setiap manusia dan memahami tujuan seseorang datang ke rumah-Nya. Tugasku hanyalah berusaha melakukan yang terbaik sesuai kemampuanku.


Semua yang kutulis di sini lahir dari pengalaman pribadi.


Semoga setiap pelajaran yang kutemukan dalam perjalanan hidup ini dapat menjadi manfaat bagi orang lain dan, jika Allah menghendaki, menjadi pahala jariyah yang terus mengalir.

7 Kata Jangan yang Akan Menyelamatkan Hidupmu

7/9/26

https://www.stafana.com/2026/07/kata-jangan-yang-akan-menyelamatkanmu.html


7 Kata "Jangan" yang Akan Menyelamatkan Hidupmu - Seiring bertambahnya usia, aku bertemu dengan banyak orang dari berbagai latar belakang. Dari semua pengalaman itu, ada beberapa pelajaran hidup yang menurutku sangat berharga. Jika bisa kembali ke masa lalu,  inilah tujuh kata "jangan" yang akan selalu kupegang.


1. Jangan Mencoba Narkoba, Rokok, dan Alkohol


Semakin dewasa, aku menyadari bahwa tidak sedikit lingkungan pergaulan yang menormalisasi rokok, alkohol, bahkan narkoba. Barang-barang haram itu ternyata jauh lebih mudah didapat daripada yang kita bayangkan.


Banyak orang akhirnya ikut mencoba hanya karena takut tidak punya teman atau takut dianggap berbeda. Padahal, jauh lebih baik sendirian dalam kebenaran daripada diterima dalam lingkungan yang menghancurkan masa depan.


Sekali mencoba bisa menjadi awal dari ketergantungan yang sulit dihentikan. Yang dipertaruhkan bukan hanya kesehatan, tetapi juga masa depan, keluarga, pekerjaan, bahkan kebebasanmu.


2. Jangan Berzina


Jika melihat generasi orang tua dulu, banyak yang menikah melalui perjodohan atau dipertemukan keluarga. Mereka tidak melalui masa pacaran yang panjang seperti sekarang.


Di zaman sekarang, pacaran sudah dianggap hal biasa, bahkan sejak usia yang sangat muda. Tidak sedikit remaja yang akhirnya terjerumus pada hubungan yang melampaui batas.

Allah telah mengingatkan dalam QS. Al-Isra ayat 32:

"Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji dan jalan yang buruk."


Perhatikan bahwa Allah tidak hanya melarang zina, tetapi juga melarang mendekatinya. Artinya, kita diperintahkan untuk menghindari segala hal yang bisa membawa kita ke arah perbuatan tersebut.


Aku juga pernah mendengar nasihat dari Ustadz Ibnu Abdil Bari:"Zina adalah utang. Jika seseorang berzina, maka akan ada balasannya, bahkan bisa mengenai keluarganya."


Terlepas dari bagaimana seseorang memahami nasihat tersebut, pesannya jelas: jagalah kehormatan diri dan hindari segala sesuatu yang dapat menyeret kita kepada perbuatan zina. Itu bukan hanya untuk menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga masa depan keluarga kita.


3. Jangan Salah Pergaulan


Di era digital, berkenalan dengan orang baru sangatlah mudah. Media sosial membuat kita bisa terhubung dengan siapa saja dalam hitungan detik. Namun, tidak semua orang membawa pengaruh yang baik. Lingkungan sangat menentukan arah hidup seseorang. Banyak kebiasaan buruk dimulai karena salah memilih teman.


Terutama bagi perempuan, sering kali mereka menjadi pihak yang paling dirugikan ketika berada dalam lingkungan yang tidak sehat. Karena itu, pilihlah teman yang menjaga nilai, menghargai batasan, dan membawamu menjadi pribadi yang lebih baik.


4. Jangan Meninggalkan Salat


Aku memiliki satu prinsip yang selalu kuingat:

"Kalau aku sudah salat lima waktu saja belum tentu masuk surga, apalagi jika aku meninggalkannya."


Kalimat itu selalu mengingatkanku bahwa salat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga pengingat agar hidup tetap berada di jalan yang benar. Sesibuk apa pun kita, jangan sampai salat menjadi hal pertama yang ditinggalkan.


5. Jangan Sembarangan Meminjamkan Uang


Aku pernah bertemu dengan orang yang tidak tahu cara menghargai bantuan. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, ia meminjam uang belasan juta dengan janji akan mengembalikannya dalam dua bulan. Namun, hampir dua tahun berlalu, janji itu tidak pernah ditepati.


Yang paling ironis, ketika aku menagih sesuai kesepakatan, justru kami yang dianggap jahat. Orang yang memberi bantuan berubah seolah-olah menjadi pelaku, sedangkan orang yang berutang menempatkan dirinya sebagai korban.


Sejak saat itu, aku belajar bahwa tidak semua orang tahu cara menghargai kepercayaan dan bantuan yang diberikan kepadanya. Orang seperti itu kini masuk dalam daftar blacklist hidupku. Bukan karena aku menyimpan dendam, melainkan karena kepercayaan yang sudah rusak tidak mudah dibangun kembali.


Karena itulah, jika suatu hari aku ingin membantu seseorang, aku akan memberi sesuai kemampuan dan dengan keikhlasan, bukan dalam bentuk utang yang berpotensi merusak hubungan.


6. Jangan Boros


Pandemi mengajarkan kita bahwa kondisi ekonomi bisa berubah kapan saja. Hari ini pekerjaan ada, besok belum tentu. Nilai tukar mata uang bisa naik, harga kebutuhan pokok ikut meningkat, dan biaya hidup menjadi semakin berat.


Karena itu, jangan jadikan kenaikan gaji sebagai alasan untuk menaikkan gaya hidup. Berapa pun penghasilanmu, biasakan hidup di bawah kemampuanmu. Menekan pengeluaran adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga masa depan finansial.


7. Jangan Berbuat Baik Jika Tidak Ikhlas


Menjadi orang yang selalu ingin menyenangkan semua orang people pleaser sering kali justru menyakiti diri sendiri.


Jangan memaksakan diri membantu hanya karena merasa tidak enak menolak. Jika dilakukan dengan terpaksa, pada akhirnya yang muncul adalah rasa kecewa, lelah, bahkan sakit hati.


Berbuat baiklah karena memang kamu ingin melakukannya, bukan karena tekanan atau rasa bersalah. Bantulah sebisamu, semampumu, dan dengan hati yang ikhlas. Tidak semua permintaan harus dipenuhi. Menolak dengan sopan bukan berarti menjadi orang yang jahat.


Hidup mengajarkan banyak hal, tetapi beberapa pelajaran datang dengan harga yang sangat mahal. - 7 Kata "Jangan" yang Akan Menyelamatkan Hidupmu.

Ekspektasi dan Realita Kelas Makeup

7/3/26
https://www.stafana.com/2026/07/ekspektasi-dan-realita-kelas-makeup.html



Beberapa waktu lalu aku mengikuti kelas makeup gratis untuk belajar merias diri sendiri. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya aku belajar makeup. Aku pernah mengikuti kelas berbayar, bahkan private. Jadi, saat melihat ada kelas gratis, alasanku ikut bukan karena benar-benar ingin belajar dari nol.


Aku hanya sedang menikmati waktu luang yang entah sampai kapan akan berlangsung. Daripada blogku semakin berdebu dan hari-hariku hanya diisi rebahan, aku memilih mencoba kegiatan baru. Siapa tahu ada pengalaman menarik yang bisa diceritakan.


Kelas ini berlangsung selama lima hari berturut-turut. Sayangnya, aku hanya mengikuti empat hari. Hari keempat aku memutuskan tidak datang karena badan sedang kurang enak. Sejujurnya, aku juga mulai merasa bosan.


Jumlah peserta yang terdaftar sekitar dua puluh orang, tetapi yang hadir setiap hari mungkin hanya sekitar delapan orang. Semua peserta membawa perlengkapan makeup masing-masing, sementara beberapa alat disediakan untuk dipakai bersama.


Jadwal kelas seharusnya dimulai pukul delapan pagi sampai tiga sore. Namun kenyataannya, kami sering baru mulai sekitar pukul sembilan dan selesai sekitar pukul dua siang.


Yang membuatku heran, durasi selama itu rasanya tidak benar-benar diperlukan. Aku hanya perlu sekitar dua jam untuk menyelesaikan makeup di wajahku sendiri. Setelah itu, waktunya lebih banyak diisi dengan obrolan yang tidak terlalu berhubungan dengan materi. Bahkan beberapa kali aku memilih tidur siang daripada ikut mengobrol karena merasa tidak ada lagi yang bisa kupelajari hari itu.



Materinya juga masih sangat dasar. Mungkin memang disesuaikan dengan peserta yang sebagian besar masih mahasiswa dan beberapa sedang tidak bekerja. Buat mereka yang baru mulai belajar makeup, materi ini mungkin cukup membantu.


Kalau ditanya apakah ada kemajuan? Tentu ada. Walaupun tidak banyak, setidaknya aku kembali mengingat teknik-teknik dasar dan mencoba beberapa hal yang sebelumnya jarang kulakukan sendiri.



Sebelum kelas dimulai, aku sebenarnya cukup antusias. Karena memang datang untuk belajar, aku memberanikan diri bertanya. Padahal aku termasuk orang yang cukup pemalu kalau berada di lingkungan baru.


https://www.stafana.com/2026/07/ekspektasi-dan-realita-kelas-makeup.html


Sayangnya, antusiasme itu tidak bertahan lama.


Ketika aku mengajukan pertanyaan lagi karena masih belum benar-benar paham, respons dari instruktur terasa seperti orang yang mulai kehilangan kesabaran. Seolah-olah bertanya dua kali berarti aku tidak mendengarkan penjelasannya. Aku langsung memilih diam.


Pengalaman itu membuatku teringat masa sekolah. Rasanya bukan cuma aku yang pernah mengalami guru atau pengajar yang menganggap murid tidak memperhatikan hanya karena bertanya ulang. Kadang responsnya berupa sindiran, kadang tatapan yang membuat kita berpikir lebih baik diam saja daripada dianggap bodoh.


Padahal belum tentu seseorang bertanya karena tidak mendengarkan. Bisa jadi ia memang sedang berusaha memahami.


Menurutku, hal-hal seperti ini tanpa sadar membentuk banyak orang menjadi takut berbicara. Takut mengajukan pertanyaan. Takut mengungkapkan pendapat. Takut dianggap lambat.


Padahal bukankah fungsi kelas memang menjadi tempat yang aman untuk belajar?


Karena alasan itulah aku memilih tidak menyebutkan nama penyelenggara kelas ini. Tujuanku bukan untuk menjatuhkan siapa pun. Pengalaman setiap orang tentu bisa berbeda, dan mungkin peserta lain merasa kelas ini sudah cukup baik.


Kalau soal hasil makeup, aku memang mendapat tambahan ilmu. Teknik menggambar alis yang diajarkan juga cukup rapi, hanya saja lebih sesuai dengan gaya yang berbeda dari seleraku. Belakangan ini aku lebih menyukai makeup ala Korea yang terlihat lebih natural dan ringan.


Pada akhirnya, pelajaran yang paling kuingat dari kelas ini justru bukan tentang foundation, cushion, atau cara menggambar alis.


Aku belajar bahwa kemampuan mengajar bukan hanya soal menguasai materi. Cara seorang instruktur merespons pertanyaan juga menentukan apakah peserta akan tetap berani belajar atau memilih diam.



Bangkit di Masa Career Break

7/2/26
https://www.stafana.com/2026/07/bangkit-di-masa-career-break.html



Pernah nggak kamu merasa hidup terasa berat saat sedang career break, menganggur, atau bekerja dari rumah? Aku pernah mengalami fase ini karena sebenarnya aku lebih suka bekerja dari rumah. Namun, ada satu kekurangan yang sering kurasakan adalah rasa bosan yang tiba-tiba datang tanpa alasan.

Saat tidak ada suasana kantor, rekan kerja, atau rutinitas yang mengatur hari, kita harus belajar menciptakan ritme dan motivasi sendiri.

Banyak orang berpikir hidup tanpa tekanan pekerjaan itu menyenangkan. Padahal, justru ketika tidak ada jadwal yang mengatur kita, rasa bosan, kehilangan arah, bahkan overthinking bisa datang kapan saja.

Selama bekerja dari rumah, aku menyadari bahwa produktif bukan soal bekerja lebih lama, tapi tentang membangun kebiasaan yang baik. Ini beberapa kebiasaan yang pelan-pelan mengubah hariku.

1. Bangun pagi

Ini terdengar sederhana, tapi justru menjadi tantangan terbesar buatku. Aku berusaha bangun pukul 04.30 WIB, lalu salat Subuh tepat waktu.

Kalau masih mengantuk, jangan langsung kembali ke tempat tidur. Aku biasanya melanjutkan dengan tadarus Al-Qur'an atau membaca beberapa halaman buku sampai rasa kantuk hilang.

Satu hal yang selalu aku hindari adalah membuka ponsel saat baru bangun tidur. Rasanya fokus langsung hilang. Sebagai gantinya, aku melihat keluar jendela, menikmati langit yang perlahan terang dan matahari yang mulai terbit.

2. Bergerak meski sebentar

Nggak harus olahraga berat. Jalan kaki ringan di sekitar rumah saja sudah cukup membuat badan terasa lebih segar. Kalau sedang benar-benar malas keluar, lakukan pemanasan atau jalan di tempat beberapa menit. Yang penting tubuh tetap bergerak.

3. Rapikan tempat dan rapikan diri

Aku selalu membereskan tempat tidur sebelum mulai beraktivitas. Kamar yang rapi membuat pikiran terasa lebih ringan.

Kalau memang harus bekerja di kamar, usahakan tetap mandi dan memakai pakaian yang rapi, seolah-olah sedang berangkat ke kantor. Jangan terus memakai baju tidur karena tubuh akan menganggap ini masih waktu untuk bermalas-malasan.

Kalau rumahmu dekat perpustakaan atau ruang publik yang nyaman, sesekali cobalah bekerja dari sana. Suasana baru bisa membantu mengembalikan semangat tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.

4. Jaga pola makan

Aku mulai menyadari bahwa makanan sangat memengaruhi suasana hati. Usahakan mengonsumsi makanan bergizi dengan protein yang cukup.

Kalau tubuh sakit atau mudah lelah, biasanya semangat untuk melakukan apa pun juga ikut hilang.

5. Kurangi membuka media sosial

Media sosial memang menyenangkan, tapi tanpa sadar kita sering mencari validasi dari jumlah view atau like.

Semakin sering melihat angka-angka itu, semakin mudah kita membandingkan hidup dengan orang lain. Karena itu, aku mulai membatasi waktu bermain media sosial dan hanya membukanya saat memang membutuhkan informasi atau ingin belajar sesuatu.

6. Pilih tontonan yang memberi manfaat

Aku tetap mencari hiburan, tapi tidak berlebihan.

Podcast, video edukasi, atau obrolan yang membuka wawasan membuat otak terus belajar dan memberiku perspektif baru.

7. Jaga lingkungan pergaulan

Kalau kamu merasa hidupmu tertinggal, percayalah... hampir semua orang sebenarnya sedang sibuk dengan kehidupannya sendiri.

Fokuslah pada perjalananmu. Lakukan hal yang kamu sukai, syukur-syukur bisa menghasilkan uang.

Aku juga belajar untuk menjaga jarak dari lingkungan yang dipenuhi gosip, rasa iri, atau kebiasaan mengeluh. Kadang, sendirian jauh lebih menenangkan daripada berada di lingkungan yang membuat energi kita habis.

8. Temukan komunitas

Punya komunitas membuat kita merasa tidak sendirian.

Kalau belum menemukan yang sesuai secara offline, manfaatkan internet untuk bergabung dengan komunitas online yang sesuai dengan minatmu.

9. Menulis jurnal

Saat kepala terasa berisik, aku memilih menulis.

Aku menuangkan semua pikiran di jurnal tanpa takut dihakimi siapa pun. Tidak semua hal harus diceritakan kepada orang lain. Kadang cukup kita, buku, dan Tuhan yang mengetahuinya.

10. Perbaiki ibadah

Kalau sedang memiliki waktu luang, manfaatkan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah.

Salat tepat waktu, belajar mengaji lebih baik, memperbanyak doa, dan melatih rasa syukur adalah hal-hal kecil yang ternyata membawa ketenangan.

11. Jangan begadang

Begadang sering kali membuat pikiranku semakin tidak tenang.

Kalau overthinking datang di malam hari, aku memilih menulis, membaca buku, atau melakukan hobi sampai pikiran lebih tenang daripada terus memaksakan diri terjaga.

12. Latih rasa syukur

Aku belajar bahwa tidak semua orang diberi kesempatan memiliki waktu luang.

Daripada terus mengeluh, aku mencoba menikmati fase ini sebagai waktu untuk belajar, memperbaiki diri, dan bertumbuh. Tidak semua proses harus terlihat cepat. Yang penting, setiap hari ada satu langkah kecil ke arah yang lebih baik.



Tulisan ini lahir dari pengalaman pribadiku. Aku masih terus belajar, masih sering gagal menjaga rutinitas, dan masih berusaha menjadi versi diriku yang lebih baik setiap harinya.


Semoga kalau kamu sedang berada di fase yang sama, kamu tahu bahwa kamu tidak sendirian. Pelan-pelan saja. Tetap bergerak, tetap bertumbuh, dan percayalah bahwa setiap proses memiliki waktunya sendiri.

Hidup Terlalu Luas untuk Ditakuti

6/15/26
https://www.stafana.com/2026/06/hidup-terlalu-luas-untuk-ditakuti.html



Tahun 2026 banyak mengajarkanku hal baru. Banyak kejadian yang terjadi, bahkan hal-hal yang dulu aku benci sekarang justru menjadi sesuatu yang aku sukai. Dari situ aku sadar kalau manusia memang selalu berubah. Pengalaman hidup bisa mengubah cara berpikir, sifat, dan pilihan seseorang, entah menjadi lebih baik atau lebih buruk.



Selama ini aku sebenarnya sudah tahu hal itu, tapi masih sering menyangkalnya. Aku terlalu mudah percaya bahwa seseorang akan selalu tetap sama, padahal kenyataannya tidak. Di tengah kondisi negara yang sedang tidak baik-baik saja, satu hal yang paling aku percaya hanyalah diriku sendiri. Karena pada akhirnya, hanya aku yang bisa bertanggung jawab atas hidup dan keputusan yang kuambil.



Aku pernah bingung setiap kali ditanya apa hobiku saat masih kecil. Jawabanku selalu, "membaca." Padahal yang paling sering kubaca hanyalah komik dan novel yang menghibur. Di sisi lain, aku juga sadar kalau aku suka menulis di buku, meski tulisanku tidak pernah bagus. Lama-lama aku menyadari bahwa ternyata aku menyukai banyak hal dan selalu bingung jika harus memilih hanya satu.



Sekarang aku mengerti, hobi tidak harus hanya satu. Kita bisa menyukai banyak hal, hanya saja tidak semuanya bisa kita lakukan dalam waktu yang bersamaan. Aku suka memasak, meski sepertinya aku lebih cocok membuat masakan rumahan. Aku juga suka makeup, merias wajahku sendiri agar lebih percaya diri tanpa harus pergi ke MUA yang biayanya tidak murah.



Aku juga mulai suka berkenalan dengan orang baru, sesuatu yang sangat berbeda dari diriku yang dulu. Aku suka membuat latte art, sampai akhirnya memutuskan belajar tentang kopi dari hulu sampai hilir. Pernah ada seseorang yang berkata kepadaku bahwa tidak semua hal harus dicoba. Tapi aku selalu meyakinkan diriku sendiri bahwa selama itu baik, sesuai minat, dan tidak haram untuk dilakukan, aku akan mencobanya. 



Karena bagiku, hidup terlalu luas untuk dijalani dengan rasa takut. Aku ingin terus belajar, terus bertumbuh, dan memberi kesempatan pada diriku sendiri untuk menemukan hal-hal yang mungkin suatu hari akan menjadi bagian dari diriku.



Hobi menulis, membuat konten, dan belajar tentang kopi adalah beberapa hal yang aku sukai. Menariknya, semuanya juga bisa menghasilkan uang. Tapi ada satu nilai yang selalu aku pegang sejak dulu. Selama pekerjaanku membuatku sulit beribadah atau membuatku merasa tidak nyaman menjalankan keyakinanku, aku akan percaya bahwa tempat itu memang bukan tempatku.



Aku pernah mencoba masuk ke dunia modeling. Sayangnya, pengalaman pertamaku justru membuatku sadar bahwa aku berada di lingkungan yang kurang tepat untuk diriku. Saat itu hanya aku yang memilih meluangkan waktu untuk salat, dan aku merasakan sendiri bagaimana ibadah seolah dianggap mengganggu pekerjaan.



Bahkan pernah juga ada momen ketika aku dilarang salat oleh seseorang yang bekerja sebagai MUA. Padahal hari itu aku hanya mendapat satu kali makan tanpa bayaran. Pengalaman-pengalaman seperti itu membuatku semakin paham tentang batas yang ingin aku jaga dalam hidup.



Sekarang aku mulai mengerti mengapa ada tempat kerja yang mencari orang-orang yang menjaga ibadahnya. Bukan semata-mata soal identitas, tetapi karena mereka berharap menemukan orang yang memiliki nilai, tanggung jawab, dan kesadaran bahwa setiap perbuatannya dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.



Aku juga sadar bahwa rajin beribadah bukan jaminan seseorang pasti baik, dan orang yang berbeda keyakinan pun bisa menjadi pribadi yang sangat baik. Namun untuk diriku sendiri, aku ingin berada di lingkungan yang menghormati ibadah dan membiarkanku tetap menjalankan prinsip yang kupegang.



Ini tentang aku, bukan tentangmu. Pengalamanku mungkin berbeda dengan pengalaman hidupmu. Tapi satu hal yang selalu kupercaya, setiap kejadian selalu membawa hikmah dan mengajarkanku menjadi pribadi yang lebih baik.

Hostel Murah di Jogja Cuma 78 Ribu perorang!

2/14/26
https://www.stafana.com/2023/09/Hostel-murah-di-jogja-cuma-78-ribu-perorang.html



Jogjakarta, sebuah kota budaya yang selalu menyajikan kejutan menarik, ternyata juga punya pilihan penginapan yang ramah di kantong tapi tak mengorbankan kenyamanan. Salah satunya adalah OtU Hostel, yang terletak di Jalan Prawirotaman 1, Gang Batik Gringsing 0517.


Hostel seringkali lebih terjangkau secara finansial, memungkinkan interaksi sosial yang lebih intens dengan sesama wisatawan, dan cocok untuk para backpacker yang mencari pengalaman yang lebih autentik. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan lebih dalam mengenai kelebihan OtU Hostel dibandingkan hotel.


Tempat yang Nyaman dan Bersahabat

Saat pertama kali datang ke OtU Hostel, saya memutuskan untuk mencoba kamar asrama yang merupakan pilihan paling terjangkau. Kamar Asrama OtU Hostel Murah di Jogja Cuma 78 Ribu perorang, 1 kamar berisi 2 ranjang susun ( atas-bawah).


Menariknya, di sini kamar asrama ini berarti berbagi dengan sesama wisatawan, baik laki-laki maupun perempuan. Awalnya saya khawatir karena tidak mengenal siapa-siapa, tetapi setelah tiba di sana, semua ketakutan itu sirna. Para staf di OtU Hostel sangat ramah dan selalu siap membantu.


Fasilitas yang Memikat

Salah satu hal yang saya suka adalah adanya kolam renang yang bersih dan menyegarkan di dalam hostel ini. Meskipun Wi-Fi tersedia, sayangnya, koneksi internetnya tidak selalu lancar, jadi jika Anda membutuhkan internet yang cepat, mungkin perlu mencari alternatif.


Fasilitas Kamar dan Toilet 


https://www.stafana.com/2023/09/Hostel-murah-di-jogja-cuma-78-ribu-perorang.html


Sedikit membuatku terkejut pas nyadar kamar asramanya ternyata tidak punya kunci di pintu dan setiap lokernya, jadi cuma bisa ninggalin baju dan tas saja. Terus ada kejadian kurang enak, kamar mandinya tiba-tiba bau pesing pas aku mau check out. Jadi ya, ada orang yang pipis di situ, kayaknya cowok karena letak pipisnya tepat di bawah wc duduk. Nggak mungkin perempuan kan.


Aku nggak tidur di sini malamnya. Numpang tidur rumah temen, takut kalau sekamar ada cowo soalnya kan dicampur. Aku cuma mau tau suasana Hostel OtU seperti apa.


Tapi overall, hostelnya oke sih, kecuali masalah kebersihan tadi, karena paginya pas datang emang sebersih itu. Kamar mandi di luar ya. Aku masih mau coba nginep lagi kok, tapi pasti gak ambil kamar asrama lagi.


Dekat dengan Tempat-Tempat Favorit


Lokasi OtU Hostel sangat strategis. Jalan Prawirotaman adalah tempat yang penuh dengan kehidupan malam dan cocok untuk bule hunter. Salah satu cafe favoritku, Tempo Gelato, sebuah tempat untuk menikmati es krim lezat, juga hanya berjarak singkat dari sini. Tinggal jalan kaki saja.


https://www.stafana.com/2023/09/Hostel-murah-di-jogja-cuma-78-ribu-perorang.html


Fasilitas lainnya ada hot shower, AC, Parking Area, Sharing Kitchen, Mineral Water, Mini Mushola dan Board Game.


Semoga pengalamanku ini dapat membantu dalam memutuskan apakah OtU Hostel adalah pilihan yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mu.


Ingatlah untuk selalu memeriksa ketersediaan kamar dan pertimbangkan pilihan kamar yang tersedia, setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda. Aku hanya membagikan cerita versi aku. Terima kasih sudah membaca dan selamat berpetualang di Jogjakarta!




Cara Menjadi Model Make Up atau Muse

1/25/26

Cara Menjadi Model Make Up atau Muse

Cara Menjadi Model Make Up atau Muse - Disclaimer dulu nih, buat kalian yang mungkin mikir kalau orang-orang yang ikut kelas model itu pasti pingin jadi model, nggak selalu begitu kok. Salah satunya aku, yang lagi di fase bosen banget sama dunia konten dan kepenulisan. Bayangin aja, udah dari 2017 aku berkutat di situ.


Aku tuh suka banget belajar hal-hal baru, biar bisa lepas dari dua "beban" tadi dan pastinya kegiatan yang bisa bikin aku jauh dari handphone. Aku juga mau bisa tampil lebih percaya diri dan memperbaiki cara jalan yang "membungkuk" makanya aku ikut pelatihan model makeup dan model catwalk.


Salah satu alasan kenapa aku mau jadi Muse atau model makeup adalah karena aku pengen punya pengalaman di makeup banyak MUA. Jadi, pas aku butuh MUA buat acara aku, aku udah tau siapa yang bagus. Aku bisa diem-diem jadi klien mereka, nyoba makeup-nya, dan nantinya aku bisa rekomendasiin ke temen-temen yang nanya. 


Aku mau sharing tentang gimana cara menjadi model make up atau Muse. Ini dia langkah-langkahnya:


https://www.stafana.com/2024/08/cara-menjadi-model-make-up-atau-muse.html


1. Masuk Management atau Agensi

Pertama-tama, kamu perlu masuk ke Management atau agensi yang fokusnya pada model make up. Biasanya, kamu harus ikut kelas dulu supaya dianggap sebagai member resmi.



Cari management yang bertanggung jawab dan berpengalaman, karena mereka akan punya banyak relasi MUA dan fotografer. Jadi, kamu nggak perlu repot-repot cari sendiri. Management yang bertanggung jawab akan sering merangkul membernya dan sering mengadakan event untuk tumbuh bersama. 



2. Banyakin Portofolio

Setelah ikut kelas, jangan berharap langsung dapat job. Manajemen biasanya hanya memberi ilmu tentang pose dan etika model.


Banyakin portofolio dengan upload foto-foto di sosial media. Tips dari aku:


  • Cari MUA yang jago bikin alis, karena meski make up lainnya kurang, alis yang bagus tetap kelihatan oke di foto.
  • Cari fotografer yang jago motret, bukan sekadar suka motret. Fotografer profesional hasilnya lebih bagus daripada pakai HP.

https://www.stafana.com/2024/08/cara-menjadi-model-make-up-atau-muse.html


Awalnya, jangan berharap dibayar. Fokus dulu cari pengalaman dan portofolio yang bagus.


3. Etika Model

Sebagai model, penting banget untuk punya etika yang baik. Datang tepat waktu, murah senyum, dan pastikan mulut nggak bau (makan permen sebelum di make up). Ini juga berlaku buat MUA ya. Perut juga harus terisi biar nggak lemes.


Walau nggak dibayar, biasanya kita dapat makan siang. Jadi kalau enggak dapat minimal air minum, mending skip, udah termasuk eksploitasi. Ini habbit buruk negara kita, pasti sering ketemu di bidang apapun.



4. Waktu Make Up dan Pemotretan

Idealnya, waktu make up dan pemotretan itu 3 jam: 2 jam untuk make up dan 1 jam untuk foto. Nggak perlu lama-lama kalau fotografernya jago. Pernah juga ikut portofolio workshop dari pagi sampai maghrib, menurutku enggak worth it.



Make up nggak bisa kena air kan, jadi sempat dilarang sholat. MUA pilih sholat di rumah aja, Jadi prefer nggak ikut lagi kalau waktunya terlalu lama dan bentrok dengan waktu sholat. Aku tetep pake buat sholat, udah gak dapat duit, dapat dosa karena gak bisa sholat tepat waktu, sediih. Solusi ambil job durasi lama pas datang bulan aja, aman.


5. Wajib bisa pake Softlens

Aku belajar otodidak lewat YouTube. Dilarang pake softlens yang udah pernah dipake orang lain/ soflens baru. Softlens baru harus direndam 1x24 jam menggunakan air khusus. Pernah ketemu MUA yang suruh pake softlens baru, bisa bahaya apalagi untuk mata. Buat pemula cari info dulu, jangan asal pake. Kalau sampe buta kan gak lucu. 


Baca juga artikel di bawah ini:

Menjaga Klien Tetap Setia


KESIMPULAN

https://www.stafana.com/2024/08/cara-menjadi-model-make-up-atau-muse.html


Kolaborasi tetap penting buat pengalaman, tapi pastikan hargai waktu orang lain. Aku berprinsip mau dibayar, magang, atau collab wajib on time. Aku gak suka nunggu, jadi gak mau juga bikin orang lain menunggu. Terima kasih untuk orang-orang di negara serba ngaret ini, kalian tetap datang tepat waktu, semoga dipermudah dalam mencari duit halal dan semoga aku sering dipertemukan  dengan orang-orang seperti kalian, Aamiin.



Kalau mau lebih bermodal, cari MUA dan fotografer sendiri yang bagus. Memang totalnya bisa habis ratusan ribu, tapi hasilnya gak akan mengecewakan. Kalau ikut portofolio gratisan kebanyakan MUA pemula, kita gak bisa pilih, sama-sama gak dapat duit mending jadi canvas MUA profesional.



Kamu dapat portofolio yang pasti memuaskan, tipsnya follow instagram MUA hits di kota kamu, biasanya mereka cari model lewat ig story/feed. Pastikan juga ada fotografer yang jago motret.  Kalau dibayar jadi kanvasnya MUA pemula, itu beda cerita, karena sudah masuk kategori pekerjaan dan kita sudah dapat cuan.



Semoga tulisan aku Cara Menjadi Model Make Up atau Muse bermanfaat. Jangan asal pilih agensi atau manajemen, asal portofolio banyak.


Untuk informasi tambahan agar lebih hati-hati kamu bisa nonton konten Deddy Corbuzier di YouTube dengan narasumber Model profesional yang akhirnya resign. Semoga bermanfaat! 

Belajar Bikin Roti Manis

12/31/25
https://www.stafana.com/2025/08/belajar-bikin-roti-manis.html


Belajar Roti Manis Bersama BPVP Surakarta & Dhuafa Jateng. Aku berkesempatan ikut Pelatihan Roti Manis yang diadakan BPVP Surakarta berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa Jateng di BLK Surakarta. Dari sekitar 40 pendaftar, hanya 16 orang yang terpilih, dan aku salah satunya. 


Rasanya senang sekaligus gugup, karena ini bukan sekadar belajar membuat roti, tapi belajar mengasah keterampilan yang bisa jadi bekal hidup.


Dalam 2 hari, kami belajar dasar-dasar pembuatan roti manis. Mulai dari menimbang bahan sesuai takaran, memahami urutan mencampur dari bahan kering ke cair, hingga rahasia kenapa beberapa bahan harus dimasukkan terakhir supaya roti tidak keras. 


Ada teknik rounding yang ternyata penting untuk membentuk adonan, juga peringatan agar adonan tidak over proofing supaya teksturnya tetap lembut.


Belajar Bikin Roti Manis


Sesi praktiknya seru sekali. Kami membuat roti manis topping jagung dan blueberry. Setelah adonan siap, roti dipanggang di oven selama 15 menit dan jangan lupa, dibalik!


Pelatihan ini membuatku sadar bahwa membuat roti itu bukan hanya soal rasa, tapi juga kesabaran, ketelitian, dan cinta pada proses. Yang membuatku semakin bersyukur, panitia memberikan perlengkapan memasak yang bermanfaat untuk melanjutkan latihan di rumah.


https://www.stafana.com/2025/08/belajar-bikin-roti-manis.html


Setelah acara resmi ditutup, PR-ku adalah melakukan trial and error sendiri di rumah. Aku ingin memastikan ilmu yang diberikan tidak hilang begitu saja, tapi terus terasah sampai roti buatanku bisa punya cita rasa dan bentuk yang konsisten.


Bagi sebagian orang, dua hari mungkin terasa singkat. Tapi bagiku, dua hari ini seperti membuka pintu baru. Pintu menuju kemungkinan bahwa keterampilan bisa menjadi langkah awal menuju kemandirian.


Dan aku bersyukur sekali bisa menjadi bagian dari 16 orang yang mendapat kesempatan ini.






Kisah Triana Rachmawati Merajut Griya Schizofren

8/23/25

https://www.stafana.com/2025/08/Kisah-Triana-Rachmawati-Merajut-Griya-Schizofren.html


Kisah Triana Rachmawati dan Griya Schizofren. Kalau dipikir-pikir, banyak hal besar justru lahir dari sesuatu yang sederhana. Begitu juga kisah Griya Schizofren, yang bermula di sebuah ruangan kecil di Solo. Tahun 2014, Triana Rachmawati, bersama dua sahabatnya, Febrianti Dwi Lestari dan Wulandari punya satu mimpi sederhana: menemani orang dengan masalah kejiwaan (ODMK).


Awalnya, kegiatan mereka tidak rumit. Hanya ngobrol santai, menyanyi bareng, atau menemani saat beribadah. Tapi dari pertemuan kecil itu, tumbuh ikatan yang hangat. Mereka yang tadinya memilih diam mulai berani tersenyum. Keluarga yang awalnya merasa malu, pelan-pelan menemukan sahabat baru.



Triana sering bilang, “Kami bukan dokter, bukan psikolog. Kami hadir sebagai teman.” Dari situlah filosofi Griya lahir, bukan tempat penghakiman, tapi rumah persahabatan.



Ketika Dukungan Jadi Obat yang Tak Tertulis


https://www.stafana.com/2025/08/Kisah-Triana-Rachmawati-Merajut-Griya-Schizofren.html



Skizofrenia dan masalah kesehatan jiwa lainnya sering bikin keluarga merasa terasing. Bukan hanya soal biaya pengobatan, tapi juga soal stigma. Orang takut dicap, sehingga banyak yang memilih berdiam diri.



Griya Scizofren mencoba menjembatani itu dengan kegiatan kreatif. Ada kelas menggambar, bikin kerajinan, sampai belajar keterampilan sederhana. Hasil karya ODMK bahkan dipasarkan lewat usaha sosial bernama SOLVE (Souvenir & Love). Jadi ketika orang menerima undangan pernikahan atau souvenir buatan mereka, yang sampai bukan cuma barang, tapi juga pesan: “Kami mampu berkarya.”



Dampaknya terasa sampai ke keluarga. Dari rasa malu berubah jadi rasa bangga. Dari pasrah berubah jadi harapan. Griya Scizofren, bukan hanya tempat singgah ODMK, tapi juga ruang penyembuhan bagi keluarga.



Dari Solo, Menyebar Lebih Luas



Perjalanan Griya tidak sendirian. Ada relawan, mahasiswa, komunitas, sampai masyarakat yang ikut bergerak. Kolaborasi inilah yang bikin langkah kecil Triana bisa bergema lebih besar.



Tahun 2018, ia jadi finalis Diplomat Success Challenge (DSC) dan dapat dukungan usaha untuk memperkuat programnya. Lalu di 2023, kiprahnya diakui secara nasional lewat SATU Indonesia Awards bidang Kesehatan.



Buat Triana, penghargaan bukan soal plakat. Lebih dari itu, ini validasi atas perjalanan panjang: dari ruang kecil di Solo, kini menjelma jadi gerakan sosial yang berkelanjutan. Dukungan Astra juga membuka jalan kolaborasi lebih luas lewat program Desa Sejahtera Astra dan Kampung Berseri Astra. Artinya, dampak Griya kini melampaui batas kota, menjangkau lebih banyak ruang di Indonesia.



Merawat Harapan, Bukan Sekadar Mengobati



Kita tahu, skizofrenia memang belum ada obat yang benar-benar tuntas. Tapi pengobatan medis yang konsisten, ditambah dukungan keluarga dan lingkungan yang ramah, bisa bikin ODMK hidup lebih bermakna.



Dan Griya membuktikan itu. Mereka yang dulu dipinggirkan kini berkarya. Mereka yang dulu sunyi kini punya lingkar persahabatan. Seperti yang Triana yakini, kesehatan jiwa bukan cuma soal medis, tapi soal diakui sebagai manusia utuh.



 Satukan Gerak, Terus Berdampak



Kisah ini pas banget dengan tema Anugerah Pewarta Astra 2025: Satukan Gerak, Terus Berdampak. Dari langkah kecil, Triana berhasil menyatukan relawan, keluarga, masyarakat, hingga perusahaan. Semua bergerak bersama untuk satu tujuan: menghapus stigma dan merawat harapan.



Hari ini, Griya Schizofren bukan hanya rumah bagi ODMK, tapi juga simbol. Bukti nyata bahwa ketika kita bergandengan tangan, dampak baik bisa terus mengalir, dari ruang sederhana di Solo, menuju lebih banyak ruang di Indonesia.

Cerita Read Aloud Pertamaku di Ganesa Library

7/31/25
https://www.stafana.com/2025/07/cerita-read-aloud-pertamaku-di-ganesa.html


Sabtu, 26 Juli 2025 siang, aku akhirnya nyobain hal baru: jadi volunteer membaca nyaring di Ganesa. Deg-degan? Sedikit. Tapi juga excited karena ini salah satu hal yang udah lama pengin aku coba.


Jam 1 siang aku sampai di lokasi. Mereka baru aja kelar main lego lalu anak-anak udah duduk baris setelah dapat perintah dari tim Ganesa Library.


Masih semangat, masih heboh, tapi langsung duduk waktu aku mulai bacain buku. Judul bukunya Birthday Zoo by Deborah Rose, buku anak-anak berbahasa Inggris yang aku bacakan dulu aslinya, lalu aku terjemahkan dan ceritakan pakai bahasa Indonesia.


Aku berdiri agak jauh dari mereka. Bukunya kecil, jadi mereka sampai maju-maju pengin lihat gambarnya. Ada sekitar 20 anak plus orang tuanya. Beberapa ada yang masih kecil banget, ada yang sambil main mobil-mobilan. Tapi karena aku bacanya lantang, hampir semuanya tetap fokus.


What happened? Mereka dengerin. Mereka nyimak. Mereka jawab pertanyaan. Bahkan yang mukanya kelihatan tegang pun tetap angkat tangan, tetap antusias. Aku cuma bacain sekitar 15 menit, tapi rasanya lebih dari cukup buat bikin aku merasa: aku bisa!


https://www.stafana.com/2025/07/cerita-read-aloud-pertamaku-di-ganesa.html


Padahal jujur, aku belum makan siang. Badan udah capek dari pagi. Tapi lihat mereka duduk rapi, maju-maju, senyum-senyum pas aku cerita, semua capek langsung terbayar. Aku dapet energi. Aku ngerasa dihargai. Aku jadi lebih percaya diri.


Baca juga: Moment Hangan Read Aloud Bersama Pasien Rumah Sakit


Terima kasih buat tim Ganesa yang udah kasih aku kesempatan, udah dokumentasiin juga. Ini bukan cuma soal bacain buku, tapi soal melatih diri, berani tampil, dan membuka ruang sosial yang selama ini mungkin mulai tertutup.


Kalau kamu juga pengin nyobain baca nyaring di Ganesa, bisa kok. Cek Instagram mereka atau langsung chat via WhatsApp. Dijamin dibalas.


Dan siapa tahu, dari satu cerita kecil, kamu juga bisa pulang bawa rasa besar.

Recharge Energy di Tengah Kesibukan

7/29/25

Recharge Energy di Tengah Kesibukan: Cerita dari Ruang Infus. Beberapa hari lalu, aku lagi ada di fase hectic: kerjaan banyak, badan mulai kasih kode, kepala rasanya penuh to-do list yang nggak kelar-kelar. 


Tapi entah kenapa, di tengah padatnya aktivitas, aku ngerasa perlu pause sebentar. Bukan liburan jauh, cuma pengin ngerawat badan yang mulai ngasih sinyal capek.


Akhirnya aku mutusin buat nyempetin diri infus immune booster di RS Panti Waluyo Surakarta. Lokasinya ada di Gedung Rawat Inap Lantai 1. Tempatnya nyaman, adem, dan pelayanannya ramah banget. Jadwalnya fleksibel, bisa datang Senin–Sabtu jam 10.00–14.00 dan 18.00–20.00 WIB.


Pengalaman infusnya juga bikin tenang. Buat yang biasa disuntik, rasanya hampir nggak sakit. Aku bahkan dapet tips dari perawat: minum air putih cukup sebelum diinfus itu penting, karena bikin pembuluh darah lebih mudah terlihat, jadi proses infusnya lebih lancar.


Efeknya? Jujur, aku baru benar-benar ngerasain besok harinya.

Biasanya kalau Minggu aku ikut komunitas, aku cuma sanggup nongkrong 2–4 jam. Tapi kali ini aku bisa stay sampai 10 jam! Bener-bener kaget karena energiku kayak nggak habis-habis. Aku malah semangat ngobrol, ketawa, diskusi, sampai ngerasa badan pengin terus gerak dan produktif.


Baru ngeh, mungkin ini efek dari booster kemarin. Bukan cuma bikin badan terasa segar sesaat, tapi benar-benar bantu stamina buat aktivitas padat di hari-hari berikutnya.


https://www.stafana.com/2025/07/recharge-energy-di-tengah-kesibukan.html



Apa saja pilihannya?

Immune Booster 1 (Vitamin B1, B6, B12) : Rp225.000

Immune Booster 2 (Vitamin B1, B6, B12 + Vitamin C) : Rp275.000

Immune Booster 3 (Multivitamin komplit)  :  Rp350.000

Bonus: dapat snack gratis juga!


Buat kamu yang kerjanya padat, masih harus turun ke lapangan, jadi narasumber, atau lagi ngerasa gampang capek , cobain deh. Prosesnya nggak ribet, waktunya singkat sekitar 30 menit, tapi efeknya nyata.



Kadang kita lupa, kalau tubuh juga perlu “diisi ulang”. Bukan berarti manja, tapi memang perlu dirawat. 


Momen Hangat Hari Anak di RS Panti Waluyo Lewat Membaca Nyaring

7/26/25
https://www.stafana.com/2025/07/momen-hangat-hari-anak-di-rs-panti.html


Seru dan Hangat di Rumah Sakit Panti Waluyo: Merayakan Hari Anak Nasional 2025 Bersama Read Aloud Solo Raya. Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional 2025, Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta mengajak Read Aloud Solo Raya untuk menghadirkan momen istimewa lewat kegiatan "Dongeng & Edukasi Kesehatan", Sabtu (26/7) di Ruang Bakung.



https://www.stafana.com/2025/07/Read-Aloud-di-RS-Panti-Waluyo.html?m=1

Acara ini diikuti oleh 10 peserta, terdiri dari anak-anak pasien dan pendamping orang tua yang ikut menemani. Selama 30 menit, Kak Nova dan Kak Stafa membacakan cerita dengan penuh ekspresi dan kehangatan. Anak-anak tampak antusias dan terhibur; beberapa anak bahkan ikut mengomentari isi buku. Kegiatan ini bukan sekadar hiburan tetapi juga menjadi ruang kecil untuk mengalihkan perhatian mereka dari rasa sakit, memberi semangat, dan menghadirkan suasana yang lebih ceria di tengah perawatan.


Setelah sesi membaca nyaing, para peserta diajak foto bersama dan masing-masing mendapatkan kenang-kenangan dari RS Panti Waluyo. Semoga mereka lekas pulih dan bisa kembali bermain sediakala.


Momen Hangat Hari Anak di RS Panti Waluyo Lewat Membaca Nyaring. Terima kasih untuk semua yang sudah terlibat. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi penguat bagi anak-anak dan keluarga di tengah proses penyembuhan. 

Bacain Buku Bareng Anak TK di Purbayan

5/1/25

https://www.stafana.com/2025/05/bacain-buku-bareng-anak-tk-di-purbayan.html


Rabu, 30 April 2025 kemarin, aku dapat kesempatan seru banget buat jadi kakak pembaca buku di TK BA  Aisyiyah Purbayan, Solo. Aku datang sebagai perwakilan dari Read Aloud Solo Raya, yang kali ini kolaborasi bareng teman-teman dari Komunikasi UMS. Temanya keren banget: Tingkatkan Literasi, Kreasi, dan Imajinasi.


Anak-anak yang ikut ada sekitar 40 orang, dari TK A dan TK B. Mereka duduk rapih meskipun, tetap dengan gaya lucu anak-anak yang nggak bisa diem. Aku bacain buku berjudul "Mata Doni Buram" yang durasinya cuma sekitar 10-15 menit. Tapi percaya deh, respon mereka tuh cepet banget! Baru beberapa halaman, eh mereka udah nimbrung jawab pertanyaan-pertanyaanku dengan semangat. Pertanyaanku seputar “Siapa yang suka baca buku?” , “Siapa yang doyan makan sayur?”Langsung banyak tangan kecil yang angkat tinggi-tinggi.


https://www.stafana.com/2025/05/bacain-buku-bareng-anak-tk-di-purbayan.html


Seri Anak Sehat: Mata Doni Buram

Pernah nggak sih, kamu lihat anak kecil yang mulai sering nyipit-nyipitin mata saat lihat papan tulis atau nonton TV? Nah, buku anak berjudul Mata Doni Buram ini ngajak kita ngikutin kisah Doni yang mulai ngerasa matanya nggak enak, tulisan di papan jadi buram, dan dia mulai kesulitan belajar.


Ceritanya ringan banget, tapi punya pesan yang penting: kalau mata mulai nggak nyaman, jangan ragu buat bilang ke orang tua dan periksa ke dokter. Lewat ilustrasi yang lucu dan warna-warni, buku ini ngajarin anak-anak bahwa pakai kacamata itu bukan hal yang memalukan, malah bisa bantu mereka lihat dunia dengan lebih jelas.


Menurutku, buku ini cocok banget buat dibacain bareng anak atau keponakan usia TK sampai SD kelas awal. Ceritanya relate, edukatif, dan bisa jadi bahan obrolan santai tentang pentingnya jaga kesehatan mata sejak kecil.


Gemes banget! Yang bikin aku terharu, mereka beneran antusias. Ceritanya nyampe ke mereka, dan mereka juga nggak malu buat ngobrol balik. Di situlah aku makin yakin kalau kegiatan sederhana kayak gini bisa jadi momen penting buat menumbuhkan minat baca dan daya imajinasi anak-anak. Aku seneng banget bisa jadi bagian dari kegiatan ini.


https://www.stafana.com/2025/05/bacain-buku-bareng-anak-tk-di-purbayan.html


Kenapa aku memilih buku ini:

Karena pakai kacamata sejak SD. Dulu aku tuh sering mikir kalau orang yang pakai kacamata itu kelihatan keren dan pintar. Karena pengin kayak gitu, aku sengaja banget nonton TV dari jarak dekat (iya, dekat banget!), sampai akhirnya di kelas 3 atau 4 SD, mataku mulai nggak jelas lihat papan tulis dan sejak itu, aku resmi jadi anak berkacamata. Sekarang? Jujur aja, nyesel. Tapi ya udah lah ya, namanya juga masa kecil penuh eksperimen.


Sekarang aku cuma bisa berharap, semoga anak-anak zaman sekarang makin cinta sama buku. Baca bukunya di tempat yang terang ya, jangan di tempat gelap. Dan semoga bisa ngurangin waktu main HP, biar nggak cuma scroll-scroll doang tapi juga bisa tumbuh jadi anak yang cerdas dan kritis.


Semoga makin banyak acara seru kayak gini di sekolah-sekolah lain, biar makin banyak anak yang jatuh cinta sama buku dan cerita. Sampai jumpa di kegiatan baca bareng selanjutnya, ya!


Nikmati Lunch Buffet Tanpa Bosan di Grand Rohan Jogja

9/7/24
https://www.stafana.com/2024/09/buffet-tanpa-bosan-di-Hotel-Grand-Rohan.html


Grand Rohan, hotel syariah bintang empat di Jogja, menghadirkan makan siang dengan tema berbeda setiap hari. Mengusung konsep All You Can Eat Lunch Buffet, mereka menyajikan hidangan spesial untuk para penggemar kuliner lokal maupun internasional. Nikmati Lunch Buffet Tanpa Bosan di Grand Rohan Jogja. Beragam hidangan dari berbagai belahan dunia, semuanya dalam satu tempat. Hotel Syari'ah ini menjadi hotel syari'ah terbaik di Yogyakarta. 


AYCE Lunch Buffet Grand Rohan tersedia setiap hari dari Senin sampai Sabtu. Setiap hari punya tema yang berbeda-beda, jadi ada enam tema dalam seminggu. Menu highlight-nya pun berbeda setiap minggunya, jadi kamu nggak akan bosan menikmati makan siang di sini. 


Menu yang disajikan bukan cuma enak di lidah, tapi juga menggoda dengan aromanya dan terlihat cantik. Buffet Lunch ini bisa dinikmati dari jam 12.00 sampai 14.00 WIB, pas banget untuk makan siang, dan diadakan di Seroja Restaurant.


Ada tiga pilihan tempat duduk: di dalam ruangan dengan suasana hangat dan nyaman, semi-outdoor yang lebih terbuka, atau outdoor dengan pemandangan taman dan kolam ikan. Jangan khawatir, buffet dan stall-nya ada di dalam maupun di luar ruangan.


Harga untuk makan siang spesial ini adalah Rp150.000 net/orang. Semua hidangannya halal dan bisa dinikmati oleh siapa saja, bahkan yang bukan tamu hotel pun bisa datang hanya untuk makan. Berikut ini tema harian untuk AYCE Lunch Buffet di Grand Rohan Jogja:



ALL YOU CAN EAT LUNCH BUFFET 

HOTEL GRAND ROHAN JOGJA 


SENIN – EAT IS MONDAY

Mulai hari Senin dengan semangat, nikmati sajian spesial pilihan Chef. Menu-menu signature dan favorit dari Seroja Restaurant siap menemani harimu.


SELASA – SELASA NUSANTARA

Hari Selasa khusus untuk menikmati kuliner Nusantara dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap minggu, highlight-nya berganti, memperkenalkan masakan khas dari berbagai daerah, mulai dari Papua hingga Aceh.


RABU – ASIAN CULINARY

Buat kamu yang suka kuliner Asia, hari Rabu adalah surganya! Ada berbagai menu dari negara Asia seperti Jepang, Korea, Thailand, Malaysia, dan lainnya. Setiap minggu, ada satu negara yang jadi sorotan, tapi tetap ada menu dari negara-negara Asia lainnya.


https://www.stafana.com/2024/09/buffet-tanpa-bosan-di-Hotel-Grand-Rohan.html


KAMIS – WESTIVAL

Nikmati sajian khas Eropa, atau biasa disebut Western Food, di hari Kamis. Ada berbagai hidangan dari Italia, seperti pizza dan pasta, serta roti dan crepes dari Perancis, dan masih banyak lagi.


JUMAT – JUMAT BAROKAH

Spesial di hari Jumat, kamu bisa menikmati sajian lokal dan internasional sekaligus. Kombinasi makanan dari Indonesia, Asia, dan Eropa ada di Seroja Restaurant. Lengkap dan tersedia di beberapa station.


SABTU – PASAR TUMPLEK

Sabtu adalah hari untuk menikmati hidangan seafood segar dan masakan khas Seroja. Ada berbagai sajian dari laut seperti ikan, kerang, dan lainnya. Yang lebih menarik lagi, ada live cooking, jadi semua makanan dibuat langsung dan segar.


Jadi, kalau kamu lagi di Jogja dan ingin Nikmati Lunch Buffet Tanpa Bosan di Grand Rohan Jogja yang beragam tanpa harus repot, siap memanjakanmu. Setiap harinya ada tema berbeda yang bikin kamu nggak bakal bosan.

Launching Voice People Jogja & Voice Clinic

9/3/24
https://www.stafana.com/2024/09/launching-voice-people-jogja.html


Hai, teman-teman! Kemarin, tanggal 31 Agustus 2024, aku berkesempatan menghadiri acara Launching Voice People Jogja & Voice Clinic di Internet Learning Cafe,Yogyakarta, dan rasanya nggak bisa menahan diri untuk berbagi pengalaman ini dengan kalian.


Setelah melihat postingan brosur acara ini di Instagram Voice People Jogja, aku langsung daftar saat itu juga! Iya, mungkin aku adalah orang pertama yang transfer biayanya, hanya Rp75.000.


Menurutku sangat terjangkau untuk acara sebagus ini. Lokasinya di Yogyakarta, yang bisa aku akses dengan mudah menggunakan KRL dari Solo, salah satu alasan kenapa aku nggak berpikir dua kali untuk ikut.


Launching Voice People Jogja & Voice Clinic


https://www.stafana.com/2024/09/launching-voice-people-jogja.html


Acara ini dipandu oleh Bimo Kusumo dan Binta Nadhila, yang membahas tentang dasar-dasar voice-over. Sebagai seseorang yang sudah berkecimpung di dunia dubber sejak 2017, aku merasa materi ini sangat relevan untuk mengasah kemampuan dasar yang mungkin sudah lama aku tahu, tapi jarang aku aplikasikan dengan benar.


Ada enam teknik dasar yang dibahas di sini, dan meskipun aku sudah familiar dengan materinya, tetap saja aku merasa harus serius mempraktikkannya. 


Selain sesi day 1, ada juga sesi day 2 Voice Clinic di Lor by Awor Yogyakarta yang sayangnya tidak sempat aku ikuti, karena langsung praktik di Studio. Materi lebih mendalam dan membutuhkan investasi lebih. Tapi kalau ada kesempatan, aku pasti tertarik untuk ikut di lain waktu.


Aku tiba di lokasi acara sekitar jam 09.00 pagi, dan aku sangat terkesan karena acara ini dimulai tepat waktu, jam 10.00 pagi, yang jarang terjadi di acara-acara lain di Indonesia.


Meski acaranya harusnya selesai jam 16:00, ternyata molor karena antusiasme peserta yang begitu tinggi untuk bertanya. Aku sendiri sempat ingin bertanya, tapi sayangnya nggak sempat dipanggil.


https://www.stafana.com/2024/09/launching-voice-people-jogja.html


Meskipun begitu, aku senang sekali karena di akhir acara aku berhasil foto bareng dengan Bimo Kusumo dan Binta Nadhila. 


Oh ya, ada juga sesi tentang personal branding yang dibawakan oleh Dhanu Riza. Materi ini juga sebenarnya sudah aku dengar dari kakakku, tapi tetap saja seru untuk mendengar dari sudut pandang yang berbeda.


Akhirnya, aku pulang ke Solo dengan perasaan puas dan penuh semangat untuk segera mempraktikkan ilmu yang aku dapat. Bulan baru ini jadi momen yang tepat untuk mulai belajar otodidak lagi.


Kenapa Aku Gabung di Voice People Jogja?


Voice Institute Indonesia merupakan salah satu pionir platform belajar bagi para voice talent di Indonesia. Berdiri sejak 2019, mereka menyediakan berbagai layanan mulai dari webinar, workshop, event offline, hingga kampanye digital.


Jadi, kenapa aku memutuskan untuk bergabung dengan Voice People Jogja? Alasannya sederhana: aku butuh lingkungan yang positif, di mana kita bisa berbagi minat yang sama. Kebetulan, event ini diadakan di Yogyakarta, yang masih dekat dengan tempat tinggalku di Solo. Dengan jarak yang relatif dekat, aku bisa ikut acara-acara mereka tanpa harus berpikir panjang.


Sebagai seseorang yang sudah pernah terjun di dunia dubber, termasuk mengisi suara karakter jahat "Sarah" dalam animasi "Riska dan si Gembul," yang sempat tayang di beberapa stasiun TV seperti MNCTV, Trans7, dan RTV, aku merasa butuh memperdalam skill-ku.


Meskipun orang sering melihat pekerjaan ini dengan penuh kekaguman, aku sendiri merasa masih banyak yang harus dipelajari. Animasinya memang sedang off setelah pandemi, tapi karakter ini tetap menjadi bagian penting dari perjalanan karirku.


https://www.stafana.com/2024/09/launching-voice-people-jogja.html


Dengan rezeki yang selama ini datang dari konten dan ngeblog, aku ingin terus mengembangkan diri. Komunitas seperti Voice People Jogja adalah tempat yang tepat untuk itu.


Harapanku, komunitas ini bisa benar-benar sukses dan berkembang, bukan hanya sebagai wadah untuk ngobrol-ngobrol atau sekadar kumpul tanpa arah. Aku ingin komunitas ini menjadi tempat di mana kita bisa latihan voice-over bersama, saling berbagi pengetahuan, dan tumbuh bersama.


Kalau ada rezeki, aku juga berharap bisa ikut Voice Clinic yang diadakan di Jakarta nanti. Semoga semuanya berjalan lancar dan sukses, tidak hanya untuk event kali ini, tapi juga untuk event-event selanjutnya.


Acaranya seru dan ilmu baru, penuh doorprize, dan meskipun capek, semangat para peserta dan panitia luar biasa. Salut dan sukses terus untuk Voice Institute Indonesia!



Merayakan Diri di Grand Rohan Yogyakarta

8/28/24
https://www.stafana.com/2024/08/merayakan-diri-di-grand-rohan-yogyakarta.html


Tahun 2024 ini terasa berbeda dengan banyak perubahan yang kualami. Aku memutuskan untuk merayakan diri sendiri di Yogyakarta, kota yang dekat dengan tempat kelahiranku di Solo. Aku suka naik KRL, dan kali ini aku beruntung bisa menginap di Grand Rohan Yogyakarta pada 25-26 Agustus 2024. Kamu yang mencari tempat istirahat yang nyaman dan makanan yang enak, Grand Rohan Yogyakarta wajib masuk dalam daftar staycation-mu berikutnya!



Pengalaman Menginap di Grand Rohan Yogyakarta



Merayakan Diri di Grand Rohan Yogyakarta - Hari itu dimulai dengan kegiatan yang sudah lama ingin kucoba, yaitu belajar Latte Art. Setelah kegiatan pagi yang seru, aku sampai di Grand Rohan Yogyakarta sekitar jam 6 sore. Begitu masuk kamar, aku mendapatkan sambutan berupa cheesecake yang lucu dan enak. Aku langsung merasa nyaman.


Kamarnya luas, bersih, dan dilengkapi dengan segala yang dibutuhkan, termasuk Al-Quran, mukena, sajadah, dan arah kiblat yang jelas. Ada juga balkon dengan pemandangan Gunung Merapi kalau cuaca sedang cerah.


Kolam renangnya berada di bawah, dan area ini bebas asap rokok kecuali di balkon, yang buatku sangat nyaman. Plus, air panas di kamar mandi cepat sekali keluar, jadi nggak perlu nunggu lama. Terima kasih banyak untuk fasilitas kamarnya!


https://www.stafana.com/2024/08/merayakan-diri-di-grand-rohan-yogyakarta.html


Untuk afternoon meals, aku menikmati Meat Lover Pizza, Seroja Platter, Dimsum, dan Ice Lemon Tea. Saat makan malam, aku memilih area semi-outdoor Lembayung Senja yang memiliki halal bar.


Di sini kamu bisa menikmati berbagai minuman dari kopi hingga mocktail yang menyegarkan. Menu dinner yang kucoba antara lain burger Grand Rohan, nasi goreng Seroja, sup iga sumsum, bakmi jawa goreng, tomyam seafood, dan pasta Carbonara.



https://www.stafana.com/2024/08/merayakan-diri-di-grand-rohan-yogyakarta.html


Tomyam seafood menjadi favoritku karena rasanya yang asam segar dan sedikit pedas. Sebagai orang yang alergi udang, aku senang karena udangnya segar dan tidak bikin lidah gatal.


Nasi goreng Seroja memiliki rempah yang terasa, sup iga sumsumnya empuk, dan bakmi jawa gorengnya manis khas Jawa banget. Pasta Carbonara juga enak, dengan keju dan susu yang berasa serta porsi yang besar.


https://www.stafana.com/2024/08/merayakan-diri-di-grand-rohan-yogyakarta.html



Grand Rohan juga memiliki Seroja Restaurant, indoor resto yang menjadi area makan utama di Grand Rohan Jogja, terutama untuk sarapan pagi. Untuk breakfast di hari Senin, di area indoor tersedia nasi goreng Yung-Chaw, soto Lamongan, ramesan nasi uduk, steam fish oyster, dan chicken khuluyuk.


Sementara di area outdoor ada pasta corner, takoyaki, bubur mutiara, beras kencur, kunyit asam, dan hot ginger.



https://www.stafana.com/2024/08/merayakan-diri-di-grand-rohan-yogyakarta.html
Bebek Goreng Mataram (sebelah kiri)


Saat lunch, aku berada di Anggur Laut, area outdoor resto dengan konsep garden di bawah rindangnya tanaman anggur laut, yang menjadi tempat yang nyaman untuk makan siang. menu di area indoor meliputi bakso Malang, gorengan, nasi krawu Gresik, ikan goreng sambal matah, nasi tutuk oncom, rujak ice cream, crepes, dan es kuwut. Di area outdoor, aku bisa menikmati tomyam, ayam bakar percik, fish teppan, dan beef krengsengan.


Baca juga: MENU LUNCH BUFFET HOTEL GRAND ROHAN JOGJA



Grand Rohan Yogyakarta

Hotel MICE bintang 4



Grand Rohan Jogja adalah hotel MICE bintang 4 yang mengusung konsep syariah sebagai nilai utama yang diterapkan dalam manajemen hotel. Hotel ini memiliki 185 kamar dengan berbagai tipe, seperti Deluxe, Deluxe Balcony, Family Suite, Family Pool Access, Executive Suite, Business Suite, Premium Suite, Heritage Suite, dan Grand Rohan Suite. Jadi, kamu bisa memilih kamar yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensimu.


Hotel ini juga punya paket makan siang all you can eat setiap hari Senin sampai Sabtu dari pukul 11.30 sampai 14.00 di Seroja Restaurant, dengan tema yang berbeda tiap hari, seperti perpaduan menu western dan tradisional, hidangan nusantara, kuliner Asia, makanan western, kuliner Timur Tengah, hingga kombinasi kuliner nusantara dan tradisional. Harganya Rp 150.000 per orang, cukup menggiurkan, terutama buat pecinta kuliner.


https://www.stafana.com/2024/08/merayakan-diri-di-grand-rohan-yogyakarta.html


Selain itu, hotel ini punya koleksi motor dan mobil antik di lobi, yang menambah daya tarik unik. Kalau kamu datang bersama keluarga, ada Kids-Venture Playground di dekat kolam renang, jadi anak-anak juga bisa bersenang-senang.


Tasneem Swimming Pool punya kolam dengan kedalaman bervariasi, termasuk area khusus anak-anak. Buat yang tetap ingin aktif, Fit-Venture Fitness Centre menyediakan fasilitas lengkap untuk olahraga. Masjid Al Mi’raj yang berada di satu lantai dengan lobi juga menyediakan tempat sholat berjamaah yang nyaman.


Kalau kamu berencana mengadakan acara outdoor, Riaz Garden yang berada di belakang hotel bisa jadi pilihan yang ideal, baik untuk wedding, gathering, atau sekadar berolahraga.



Auto Post Signature

Auto Post  Signature